reunion

"xa kamu lihat bapak yang berdiri disitu itu, dia itu ketua KPU manaaa gitu. dulu dia mantan pacar ibu pas SMA! coba kamu bisa bayangin gak kalo dulu ibu nikahnya sama dia, kamu jadinya kayak gimana? kan karena ibu nikahnya sama ayahmu yang programmer itu, kamu jadi mengikuti jejaknya, kuliah komputer, insyaAllah nanti kariernya juga komputer-komputeran. lha kalo ibu sama bapak itu? mungkin sekarang kamu lagi kerja nglipeti surat suara dibayar 10 rupiah per lembar. huahahaha"
- ibunda, saat datang ke reuni SMA

kemaren aku ikut ibu ke reuni SMA nya di mojokerto. reuni yang sebenernya krik soalnya nggak ada hiburan dan tempatnya tidak terlalu bagus, tapi kelihatannya mereka yang ber-reuni senang-senang saja. saya sempat mendengar juga mereka mengingat kisah cinta waktu SMA. ada seorang bapak kemudian berbicara menggunakan mic "aku jek ileng mbien sepeda ne duwik tak gembosi, soale aku ra rilo duwik karo si ... *lupa namanya" translation : aku masih ingat dulu nggembosin ban sepeda nya duwik (ibu saya namanya dwi, tapi karena orang jawa timur jadi bacanya duwik), soalnya saya nggak rela duwik dulu pacaran sama si lupa namanya.

sebenernya agak awkward moment ada disitu mendengarkan itu semua. anyway, jangan salah, walaupun SMA ibuku di kota kecil itu (tapi sekarang ada KFC nya yeah!) ibuku sudah kemana-kemana. untuk akademik dan karier, bisa dibilang ibuku super banget, dan dia juga sering menyombongkan dan bercerita berulang-ulang tentang itu. dia dulu ketua OSIS, waktu jadi ketua OSIS trus ngospek adek kelas, ada yang suka terus dipacarin *true story-_-

oke melenceng, anyway point nya dia dulu ketua OSIS. terus dia juga siswa teladan indonesia tahun.. mbien pokoknya. terus alkisah dengar dari temannya, dia dulu juga jago semaphor dan morse dan sering menang lomba-lomba itu mewakili sekolahnya. kemudian dia pernah sekolah satu tahun di amerika dengan beasiswa. dan beberapa pendidikan singkat beasiswa juga di india, nepal, new zealand, dan entah aku lupa kayaknya masih ada lagi. 

dia sarjana psikologi UGM dengan konsentrasi psikologi forensik. kemudian dia masuk akademi polisi dan sekarang bekerja di bagian psikologi polda jateng. kerjaannya introgasi tersangka, profiling (this is cool, apalagi kalo nonton serial criminal mind), dan pernah juga mengamati luka tusukan pada mayat buat nentuin apakah ini tusukan orang psikopat atau amarah sesaat *uweijan.

o yeah here's funny story, dia kuliah di psikologi UGM kan, diterima lewat jalur semacam SNMPTN jaman dulu. katanya dulu dia tidak ada minat selain psikologi. nah akhirnya untuk pilihan kedua dia isi geologi. alasannya satu karena dia aslinya anak ipa, dan kedua karena "dulu ada kakak kelasku itu kuliah geologi, terus pernah diajak ke museum geologi gitu diceritain macam-macam keren-keren. lagipula... dia ganteng, terus ibu naksir"


hahahaha ya ya ya yasudah, walaupun agak zet zet zet. kayak aku dulu memilih undip karena ada pacar di semarang walaupun diterima juga di UI. tapi semenyesal apapun saya sama percintaan dengan pacar kala itu, saya tidak menyesal memilih undip.

anyway sehebat apapun akademik dan karier ibu, nampaknya percintaan tidak mulus. aku agak sedih ibu gak mengajak suaminya ke reunian, padahal kan the ultimate goal pas reunian adalah membawa/dibawa suami/istri ke reuni SMA. i wonder if she happy at all only with her money and her success, she said she's happy because she had me. ketika mereka bertanya anaknya berapa dia selalu jawab "alhamdulillah satu" . but yet, she became a joke between her friends like "ceilah nah elo jomblo!" itu teman-teman kuliahnya tante-tante yang super hore. 

oh ya ada mitos (entah cuma orang jawa atau banyak) you'll end up marrying your look-alike father or mother. kamu pada akhirnya akan menikahi seseorang yang mirip ayah atau ibumu. untuk anak cewek, berarti ayahnya. oh well, my dad is a programmer *eya. but he left my mom when i was about 14 years old. so yeah saya berdoa suami saya nanti bisa sehebat ayah saya tapi tidak bagian buruknya itu.

uh and frankly, i'm in the mid crisis of what if i never meet the one, time's running out. like i never seen husband material in all my ex even before it ends, and certainly not right now. it's like "kalo mas nggak sama aku nanti aku sama siapa.." -shinta (test pack, 2012) hahaha bodo

bukber gaul sedunia

saya baru saja pulang dari acara berbuka bersama terakhir di bulan puasa tahun ini. seperti tahun-tahun sebelumnya, bukber terakhir adalah bersama geng minor. geng minor adalah geng saya waktu SMA dulu. 

terbentuknya geng minor ini dari kelas 2 SMA dulu. dulu, di kelas sebelas ipa sepuluh seperti terbagi menjadi 2 kubu: yang super gaul dan yang macem (sori) cupu dan hijabers (bukan yang berhijab pasi cupu dan salah bgt lho). dan entah kenapa saya bisa bergabung sama geng gaul ini. padahal pada dasarnya saya gak begitu gaul dan ya saya jadi paling cupu diantara yang gaul. nah yang gaul ini minoritas di kelas. kemudian terbentuklah geng minor dan mayoritas. pada dasarnya geng minor dan mayoritas saling mbatin satu sama lain.

long story short, sekarang kita udah makin besar! ho oh makin gaul juga, kecuali saya mungkin. jadi kemarin berbuka bersama di salah satu restoran yang lumayan mbois. which is lead to lumayan larang. and funny story is, none of us got cash. dan pada akhirnya irine yang bayar pake credit card nya saya, dan saya transfer ke rekeningnya saat itu juga pake mobile banking. kurang mbois apa coba? and oh per orang habis kurang lebih delapan puluh ribu.. *maaf pamer biar lebih tegas mbois nya*

anyway kita cerita-cerita banyak banget. mulai dari gosip luar, percintaan, persahabatan, misterius, dan krik-able story. krik-able story contohnya cerita si aziz "si ini kemaren bbm gue, nebakin apa coba, lo tau gak hewan paling aneh itu apa? tau gak sih jawabannya apa! ternyata belalang, kalo siang makan nasi malam minum susu" 
"ee.. ada yang lucu gak sih....." 
*hening *hening *hening 
"buwahahahahaha"

yea mungkin kalian langsung berpikir geng ini nggak seru abis. but indeed, they're the most. oke kemudian cerita misterius. cerita misterius kali ini datang dari si aziz lagi, melanjutkan cerita seramnya yang dia ceritain di buber taun lalu. pokoknya dia punya teman yang punya rumah super serem dan dia bermalam disana. ceritanya terus dia tidur sekamar sama adik kelasnya yang tiba-tiba merasakan sentuhan "kak aziz ngapain pegang-pegang sih" sampai tiga kali dia bilang begitu tapi aziz tidak nggubris karena takut makin diganggu si setan. sampai keempat kalinya si adik bilang begitu, si aziz yang risih kebangun terus kemudian berkata "sori dek kepegang dari tadi.." kemudian berubah jadi cerita berhawa esek-esek.

oh ya ada juga cerita yang mungkin bisa masuk genre misteri. ini cerita di buber taun lalu sih. si ambon cerita kalo dia kena pelet mantan pacarnya. dan si wira pun bersaksi disitu, bersaksi ngeliat si ambon 3 hari gak makan karena sedih diputusin. setelah diperiksa, bener dia di pelet, dan mereka pergi ke dukun. sampai di dukun, antre nya banyak, ibu-ibu pada antre mau minta doa biar hamil. kemudian giliran ambon "mbah, putus cinta.." huahaha tapi kemudian dia sembuh kok.

terus percintaan. ada yang cerita friendzoned lah, dan friendzoned nya gak terduga banget karena sama salah satu temen SMA yang dirasani dulu. ibaratnya kaya ngakuin ada perasaan, terus pake ke friendzoned segala di geng kemaren kayak aib besar. terus ada yang cerita macarin adik angkatan. "tapi bedaa, pacar gue dulu kan andri pake ii, yang sekarang andry pake ye dong" "oke abis ini andriy, abis itu andriyiyi"

terus si duni, yang cantik badai yang makin putih walaupun kampusnya bledugen dan di daerah empang karena kuliahnya wajib berjilbab (she said it herself :v), masih aja jomblo semenjak mantannya yang sudah dikejar selama setahun, tapi berakhir dalam 2 bulan saja. si aziz niatnya mau nyomblangin duni sama temannya. tapi duni ogah karena cowok itu rada gendut. "tapi iki sugeh dun! sing penting iso menghidupimu, kowe njaluk mobil opo lho ditukake! meh ganti iphone? cepil!" (tapi yang ini kaya dun yang penting bisa menghidupi kamu, kamu mau minta mobil apa aja dibelikan pasti, mau ganti iphone ya gampang buat dia)

"lho oxa wae bojone lemu rapopo ya bahagia ya" (lho oxa aja pacarnya gendut gapapa ya bahagia ya) kata seorang teman. aku nyletuk saja, pernah sih ada bahagianya. yahaha ampun. kemudian desi dan ruci yang pacarnya gendut juga berargumen. nampaknya sekarang lagi trend pacar gendut. dan saya tidak lagi ikutan, kan memang saya paling nggak gaul ckck hahaha.

kemudian ada bbm dari salah satu, apa ya, pembanter? :v kemudian si duni tanya lhaaaa ini siapa iniii. saya dengan simple jawab "emm tapi jelek.." iya jahat banget aku sumpah. terus duni berkata "lha bukane selera mu yo rak kudu ganteng to, saiki si anu anu anu *urutkan semua mantan saya-_-" (lha bukannya seleramu juga gak harus ganteng kan, sekarang coba si anu anu anu *list mantan) errr yayaya -_-

terus cerita-cerita ngrasani teman-teman lama SMA. ada yang miris sekarang lagi susah tapi terlanjur kemakan lifestyle sampai harus ngutang jutaan ke temen-temennya. ngrasani salah satu geng di SMA dulu juga yang sekarang split keyakinan dan ideologi *opolho. ngrasani temen yang makin alay aja dan macam-macam.


dan juga pada cerita yang nampaknya belum berteman baru dengan lingkungan barunya. ya temen-temenku ini kuliahnya masing-masing banyak temen SMA dulu, yang notabene pergaulannya udah terjamin setingkat, jadinya gaulnya ya masih sama temen-temen SMA dulu yang satu kuliahan. yang sendirian itu cuma aku dan irin. tapi irin kuliah di jakarta, dan sekarang dia udah hampir jadi artis, jadi bisa lah menemukan temen segaul. mereka like "ih temen-temen guwe kamseupay dari daerah sini, daerah sini *list dari (maap) kabupaten kecil di jawa tengah* " and i was like meneng wae, sahabat-sahabat saya sekarang asalnya dari daerah-daerah, mereka tidak segaul temen-temen minor, tapi neither do i hihi. so yeah it's nice that i can fit both.

aaaand speak of ketemu temen-temen lama, yang gak asing lagi adalah pembicaraan....... "hai oxa! lama gak ketemu ya! alismu kok .... " yap masih saja mengomentari alis saya. mulai dari yang "alis lo segitu-gitu aja ye" "alis lo tebelan, tapi cuma separo" ah ya ini saya yang selama semester ini sudah dipuji-puji maghfir rambutnya makin tebal, mulai menyadari dengan pede kalo alis saya udah mulai tambah *hina banget ya ngomong gini*. ada yang ngakuin kalo makin tebel tapi alis saya panjangnya jadi cuma separo. ada juga yang menjatuhkan kebahagiaan saya, jadi singkat cerita percakapannya begini
- oxaaaaa! lama gak ketemu yaaa! alismu kok...
- iya makin tebel kan hihi aku juga bangga
- err aku aslinya mau tanya itu kamu cukur lagi atau gimana.....
*kemudian dia babak belur

soo kemudian ruci pamit duluan, karena dia harus jemput kakaknya yang abis buber sama temen lamanya juga. padahal masih pagi, sekitar setengah delapan. ternyata, kumpulan teman-teman kakak ruci yang baru saja sarjana ini sudah pada menikah dan punya anak, harus segera pulang untuk momong. hashtag duhdek. padahal kemaren kami baru cabut dari resto jam 10an. beberapa tahun lagi nanti lagi buber gaul sama minor ditelpon suami "ca, anak dan suamimu ini belum kamu kasih makan. ayo pulang masak..." syukur-syukur kalo aku sudah bisa masak dan dibilangi seperti itu. coba kalo "ca, anak dan suamimu ini belum kamu kasih makan. ayo pulang jangan lupa bungkus mekdi panas spesial dan mcburyam buat bayimu...."


blur samping bukan efek filter ye, emang mbaknya gak jago :v

bulan hujan

aih satu agustus, senangnyaaaa. eh entah senang atau tidak, harusnya senang sih. bulan agustus harusnya mulai musim hujan, walaupun nampaknya tahun ini sepanjang tahun hujan melulu. kalo sudah bulan agustus, bulan hujan, kemudian bulan-bulan yang berakhiran -ber, terutama oktober dan desember.

tidak sabar 20 hari lagi mau pergi berwisata sama lintang yang sudah direncanakan berbulan-bulan sebelumnya. kemudian tidak sabar 31 hari lagi mau pergi KKL sama teman-teman kuliah. kemudian tidak sabar 66 hari lagi berulang tahun.

tidak sabar lagi idul fitri, tidak sabar mendapat THR, tidak sabar lagi pake baju baru hasil diskonan salah satu butik mahal. tidak sabar minal aidzin sama mamahnya rian karena mereka berhari raya di jogja juga. 

tapi sepertinya tidak bisa, soalnya mamah siaga. mungkin hari raya ku nanti di polda jateng. yaudahlah, kewajiban, semoga ini termasuk berkah dari tuhan. polisi kan sahabat masyarakat. makanya mbok polisi jangan dihina-hina to, nek mamahku rak siaga terus markase di bom *naudzubillah* piye?

saking suwungnya dan saking pengennya nulis tapi rak ono bahan.