agustus 2010

agustus, penuh momen.

entah tahun ini, entah harus suka atau tidak. sebagian diriku merasa penuh berkah di agustus ini, namun bermacam masalah pun melanda. masalahku, maupun temanku.


agustus ini, diawali dengan puasa. aku masih ingat, aku senang di hari pertama bulan puasa, sampai aku pernah menulis 'berkah ramadhan benar-benar terasa'. yaitu.. ah.. kembali 
nya seseorang yang cukup lama hilang :)

sekitar seminggu pertemuan kita kembali, sangat menyenangkan, walaupun akhirnya kamu hilang lagi. sangat menyenangkan ketika kamu mengucapkan selamat berbuka puasa, semangat ketika aku sedang sibuk, dan wake up call untuk sahur. but again, i lost you.


kemudian sebuah insiden yang tidak perlu dibicarakan lagi, sangat menguji memang. tapi saat-saat ini, aku sangat merasakan keberadaan sekumpulan sahabat yang sangat hebat. stay after school sampe lama, just talking, listen to my junk cries, that was incredibly fun! yo, i love you so much.

and unfinished bussiness for me and someone, aku menunggu realisasi perkataanmu. 


dan seseorang di bulan agustus 2 tahun lalu =)


 now, welcome september. seingatku belum pernah ada yang sebegitu spesial di september, semoga tahun ini. or wake me up when september ends, i very much looking forward for 
october :)


be good to me universe ;)

forever

- i'll love you forever
- you will?
- yes. that's the problem


warn me when forever starts to end



entah mengapa aku bisa

pesan ini akan tiba padamu, entah dengan cara apa. bahasa yang kutahu kin hanyalah perasaan. aku memandangimu tanpa perlu menatap. aku mendengarmu tanpa perlu alat. aku menemuimu tanpa perlu hadir. aku menyayangimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.
atau mungkin hanya se simple membaca posting blog ku yang menjadi hobi mu dulu, bahkan meminta.

kupandangi langkahmu yang ringan dan tampak seperti melayang, berjalan dengan irama konstan. engkau tak seperti orang yang berjalan di atas pasir, yang kebanyakan tampak berat dan canggung. barangkali karena telah ratusan kali kau lakukan itu, menyendiri di tepi pantai, menyusuri garisnya seperti meruntut urat laut. tapak kakimu sudah tahu bagaimana bersahabat dengan pasir yang kadang menggembung dan kadang mengempis dimainkan napas ombak.

matamu mencari bola merah yang disembunyikan arakan awan mendung. sesekali kau buang pendangan ke arah lain, sekadar meyakinkan kau tak sendiri di dunia ini, karena seringnya engkau berharap demikian. sesekali pula kau buang pandangan ke belahan langit di bahu kananmu, yang berwarna-warni antara ungu, biru, dan abu, yang menggetarkanmu sama hebatnya dengan bola merah yang kautelisik sejak tadi.

pesan itu akan tiba padamu, batinku. entah lewat siapa, atau matamu sendiri.

seseorang tampak berlari menyusulmu, meneriakkan namamu keras-keras hingga kau tak punya pilihan selain menoleh. seketika wajahmu berubah, rona yang kuhafal dan tak kusangka akan kembali lagi. aku ingin meneriakkan bahagia ini, tapi entah dengan cara apa. perlahan kulihat awan mendung bergeser, menyeruakkan mentari yang kau cari. dan kulihat engkau kian berseri. senjamu kian sempurna. dia, yang kau cinta, tampak berkilau disiram cahaya jingga.

kalian berdua menghambur, mendekap erat satu sama lain hingga kakimu melayang di udara. rasa hangat ketika kedua tubuh bertemu, rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika kedua pasang mata menatap. aku merasakannya, entah mengapa aku bisa.

tiada yang terobati, di dalam peluk ini,
tapi rasakan semua, sebelum kau kulepas selamanya.
-dee

#nowplaying : you got a friend in me

be fearless and be positive.
itu inti dari retorika beberapa hari yang lalu dari temanku, Duni.
anyway, mari menyebut nama asli dalam post ini.

lately, i'm in some stuff. well ok we may say it.. a problem. but let it be :) teman-teman menyarankan begitu. dan mereka ada untuk backup aku. "santai saja, jangan takut. lihat teman-temanmu, mereka ada untuk kamu, mereka mendukungmu, banyak, gaul-gaul lagi hahahaha," kata Duni.

di dalam masalah itu, aku merasakan kekecewaan yang cukup besar. bisa dibilang, err.. akar dari semua masalah ini. ini yang bikin aku menangisi. sedang untuk masalah utama nya sendiri, i feel a huge rage. it's how i really need some nikotin, dan juga sebilah golok.
but again, my friends keep me good.

dan juga dalam 2 minggu ini, lagi sibuk-sibuknya mengurus sebuah acara intern: GSO 2010 / gsosmaga.co.nr .
siang ini, bisa dibilang finishing dari suatu bagian dari pekerjaan. tiring, really. but thank god it's finished. setelahnya, aku terlunglai, mungkin kecapekan, pusing. aku tidur di lantai dekat tangga, ada Lintang dan Desi they take care of me and keep me companied.

sekitar 2 jam aku tiduran, kemudian Rian datang dari muter-muter semarang mengurusi hal yang sama.
"ngapain?"
"pusing."
"tadi malam sahur?"
"sahur."
"kecapekan deh ya kamu, tapi selamat ya udah selesai, semangat! ayo pulang."
percakapan biasa saja, yet tadi sangat membangkitkan. lalu aku pulang, terlunglai di dalam taxi bersama Rian, tapi tersenyum puas.

semangat. dulunya aku berpikir itu hal sepele untuk dikatakan.
aku suka join dengan kepanitian kegiatan semacam ini, karena aku tau pasti ada yang baru dan bagus untuk dipelajari di pengalaman di dalamnya. semacam ini. teman-teman selalu berkata semangat dalam akhir sms nya ketika membahas pekerjaan. tadi, setelah semua selesai, ketua ku berterimakasih, dan berkata 'semangat!'
it really brings me up :D

nggak kepikir apa lagi yang perlu diceritain. yang jelas, aku suka, aku senang, aku punya teman-teman hebat yang bisa menjadi semangat dan penggembira buat aku.
terimakasih buat panitia GSO dan para bantaranya. desi, duni, irin, lintang, rafi, ruci, adityo, rian.
dan jagoan juga, semalam aku benar-benar pingin nggorok kamu.

reaching your impossible dream in your life, is like watching a star you can't reach. but you need to keep on trying. the reason is that.. stars can fall.

23-08-2010 : sebuah chatbox tanpa hahaha

it was a flower.

(repost) a supportive contra from a friend

Monday, August 23, 2010


Freedom

memang globalisasi mengutamakan kebebasan di setiap aspek kehidupan, mulai dari bertindak sampai berbicara, betul kan ?
mulai dari U.S yang notabene bener-bener bebas, mulai dari ciuman di tempat umum sampe sex before marriage.
di Indonesia sendiri, yang berarti negara gue sekarang, kebebasan tiap individu juga dipandang, khususnya dalam menyampaikan pendapat.

maaf kali ini agak frontal, tapi please, gue tau kalian semua bisa baca ketika kalian baca ini, bisa kalian baca UUD pasal 27-30 ? kalo gue nggak salah, ada kata-kata kebebasan berpendapat.
dan itu gue sambungin sama network yang udah merambah secara luas akhir-akhir ini.
you see, kebebasan kita ini mulai merambah ke internet, awalnya kalo nggak salah shout out friendster, inget ?
disini gue liat kebebasan tiap individu buat nulis apa yang ada di dalam pikiran mereka, entah itu promosi seperti:
1. add me yach di radical_in_silence@yahoo.com
2. aku cinta kamu tapi kamu nggak cinta aku (ya, ini maksudnya curhat)
3. dasar lo muna, banyak gaya, ga tau malu (yang ini maksudnya marah sama orang)

et cetera, ga usah dibahas.
seiring waktu, makin kesini, makin modern, mulai ada facebook, twitter, plurk, tumblr, atau jenis-jenis micro-blogging lainnya.
dan ada blog ini ! ya ! blog ! kebebasan itu juga merambah ke blog !
blog itu ruang milik si pemilik blog ! si pemilik bebas mau nulis apa aja ! mulai dari curhat, info, foto, pembahasan soal, b*k*p, et cetera (cukup, gue tau kalian ngerti maksud gue).
dan para pembaca ? ya sudah silakan membaca, selama blog itu nggak di protect, berarti boleh kan dibaca ? tinggal pinter-pinter si pembaca aja nemuin URL dari blog, ya kan ?
and if the readers find it offensive, please complain to blog owner privately ! gue yakin, nggak ada orang yang mau koar-koar (err..teriak-teriak) soal masalahnya sama orang lain, diskusi sama teman itu fine, tapi bukan berarti bisa dibawa ke khalayak ramai.
and please be direct ! jangan bertele-tele, protes lah tentang material yang kalian nggak seneng secara langsung, it's faster and easier I think.


jadi apa intinya ?
respect the blogger ! hargai apa yang mereka tulis dan apa yang mereka buat, jangan salahkan mereka atas tulisan mereka di blog mereka sendiri.
readers read at their own risk !, bagi mereka yang nggak diundang untuk membaca, silahkan baca atas resiko kalian sendiri, komplain silahkan, protes silahkan, tapipersonally dan dengan cara yang sopan, kalau nggak komplain malah syukur Alhamdulillah.
last but not least, kita semua manusia, punya yang namanya hak asasi, punya kebebasan buat bertindak, berperilaku, MENGUNGKAPKAN PENDAPAT.

posted by radtyo.blogspot.com

midnight show, third row


there was a point before life itself, when we all decided to forget everything we've known. it was necessary so life had a point, so that it would all makes sense. like fellow blind travelers, we're all blinded by our un-knowing-ness.

during the last moments, i began to understand something.

only from an experiential point of view, the question of right or wrong vanishes. there's no one to blame. there's nothing to blame. there shouldn't even be a need to question. he had his choices, and i had mine. we all have our freedom to decide. we all have our preference to experience. i've forgiven him for leaving. i've forgiven life for creating this drama of birth and death

you could never answer those questions.
dan malam ini kita ulangi lagi pembicaraan itu, berat, menyenangkan. love and life, have never been easy.

dedicated to 24 maret 2010.
that night, you know how i wish it was enough.



giliran siapa malam ini? ;)

16-08-2010

"Sometimes it's hard to be your friend," he whispered to me last night.


Yeah, me too.
You know how much I wish it was enough.

69, 96, dan 77 diantaranya

makna telah lama menyingkir ketika sesuatu yang tak mereka tahu mengacaukan segala hal yang telah mereka sepakati. kata-kata terbang di udara tanpa punya daya ikat untuk bertutur. sunyi jadi pelarian yang terus menerus ketika mereka gagal lagi menjalin cerita. lalu jadi sebuah kebiasaan.

69 mencoba merengkuh 96, tapi dengan dingin ia menjauh. jarak itu, yang terjelma dari kekecewaan yang tak pernah terungkap, semakin terentang, meletakkan mereka masing-masing pada ujung yang berbeda.

"ada apa denganmu?" tanya 69.
"ada apa dengan kita?" 96 balik bertanya.
"aku tidak punya masalah dengan kita," jawab 69.
"aku punya," ujar 96, singkat.
"kalau begitu, mari kita bicara," pinta 69.
"kita sudah selesai membicarakannya," potong 96.

memang, sesungguhnya sudah tidak ada lagi yang bisa dibicarakan, karena setiap kali mereka bicara, semua akan berakhir dalam diam. garis itu. garis itu selalu ada di sana, memisahkan mereka berdua. seperti langit dan laut. seperti laut dan daratan. 69 selalu terisak. 96 mendesah.

"jangan lakukan itu," pintanya, "tolong."

tapi 69 tak bisa mencegah air mata. 96 menyerah. ia membuang pandang ke luar jendela, membiarkan pikirannya bergumul dengan awan kelabu yang bergulung-gulung menguasai langit, membiarkan 69 dengan tangisnya. aku lelah, keluhnya dalam hati, tapi ini bukan sesuatu yang bisa ditinggalkan sebelum usai. ia berbalik, menatap 69 yang akhirnya kehabisan isak. 69 menatapnya dengan mata yang basah. 96 menyandarkan tubuh penatnya di dinding.

"baiklah, kita bicara."

tapi 69 terlanjur meringkuk di sudut hatinya, menutup pintu yang mengangakan sunyi.

"kamu mencintainya," ujar 96.

69 tak menjawab. apa pun yang dikatakannya akan salah. tentu saja aku mencintainya. melebihi segalanya. melebihi diriku. namun tak sepotong pun kata terucap. 96 tak akan mengerti. tak kan bisa. maka 69 tetap diam. tubuhnya yang terpaku pada tempat duduk melepaskan hatinya terbang menggagap, lalu hinggap pada lelaki itu. 77. ia selalu memenuhi diriku. aku tak bisa mengelak, tentu tak bisa. ia telah hidup dalam diriku sejak semula. dan aku selalu dalam dirinya, sejak sebelum segalanya, meski ia tak selalu tahu. 96 menatap 69 yang mematung dan mendesah lagi. setelah sekian lama hidup bersama, ia benar-benar tahun di mana 69 kini berada. 96 mendekat, menyentuh pundak 69 dengan lembut, hati-hati untuk tidak memecahkan gelembung lamunannya. tapi 69 tetap tersentak, seperti dicerabut dari tidur yang melenakan. 96 berlutut di hadapannya. bagaimanapun, ia tetap mencintai perempuan itu.

"tapi cinta bisa salah," 96 mendesak, "tentu kamu tahu itu."

69 menggeleng. 96 mengangguk. ia benar, keduanya terpisah oleh jurang makna yang tak terjembatani. dan ia nyaris putus asa berusaha menyebranginya. 96 menetapkan hati, memutuskan untuk mencoba, mungkin terakhir kali, seperi yang telah selalu dikatakannya pada diri sendiri.

"cintamu padanya meracuni kita. tak kamu sadarikah bahwa itu juga menyiksanya?"

69 menggeleng lagi.

"ia memujamu," 96 belum menyerah, "kamu tahu. dan kamu membiarkannya."

69 menggeleng. lagi. kuat-kuat. tangannya naik menutupi telinga. erat-erat.

"aku mohon padamu," 96 merengkuh tubuh 69, "tolong hentikan. cintamu padanya membunuhku pelan-pelan. juga dia. ini cinta yang salah. dengan menjejalinya, kamu telah membelenggunya. dia tak akan pernah utuh. tak kan. kamu membuatnya timpang karena mencandumu. seumur hidupnya, dia akan mencari orang sepertimu. itu membuatnya menderita, sayang. tolong.... hentikan...."

kali ini laki-laki itu runtuh. air mata menetes dia di wajahnya yang keras, membasahi pangkuan perempuan itu. waktu hening, seperti akan jadi selamanya. tapi bahkan kesakitan pun berumur. pelahan mereka memunguti ceceran hati, merekatnya jadi satu meski tahu tak bisa lagi pulih. mereka kembali berdiri, kembali merentang jarak. pelahan tangan mereka mengusap air yang tak sempat mengering dari wajah.

dari jauh terdengar langkah-langkah yang sudah sangat mereka kenal. 77 datang, memasuki gelembung sunyi yang sudah sangat ia kenal. meresahkan, tapi setelah sekian tahun, ia menjadi terbiasa. ia memandang ayah dan ibunya lalu beringsut menghilang ke dalam kamar, kepompong yang tak akan pernah melahirkannya menjadi kupu-kupu. 69 dan 96 berpandangan hampa. tak mengerti mengapa cinta dapat demikian menyedihkan.

karya Avianti Armand.

negative thinking

think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite  think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite think the opposite

susah, nggak bisa.

sebuah insepsi

insepsi berarti suatu permulaan atau penciptaan dari sesuatu.
kurang jelas?
ekstrasi; ekstrasi adalah suatu keadaan dimana seseorang memasuki pemikiran orang lain melalui mimpi dan mencuri ide atau informasi penting yang dimiliki orang tersebut. insepsi adalah kebalikan dari itu, seseorang menanamkan idenya kepada orang lain melalui mimpi dan meyakinkan orang itu bahwa dia yang memiliki ide itu.

dari mana saya tau itu?

gw abis nonton film. bahkan post ini terdorong dari film tersebut. Inception (2010)

anyway, in that story,
you can made up your own dream
ada sebuah peraturan dalam membangun mimpi, yaitu jangan membangun mimpi berdasarkan memori, karena kamu akan lupa apakah kamu dalam alam mimpi atau nyata.
sebelum melihat lebih jauh, i was sceptic with this idea. so what if we don't know about the real world? bahkan mungkin lebih menyenangkan stuck di alam mimpi, tapi merasa bahagia, lama kelamaan juga kita akan merubah presepsi alam mimpi saat itu adalah nyata. bahkan, darimana kita tau bahwa kalian membaca tulisan ini, sedang di dunia nyata?

dan ternyata si tokoh utama dan istrinya, mencoba membangun alam mimpi mereka sendiri. suatu dunia yang ideal bagi mereka berdua. bangunan-bangunan yang mereka bayangkan (bangun) adalah tempat yang memiliki memori tertentu mereka, seperti rumah masa kecil, tempat tinggal pertama, tempat tinggal saat udah punya anak.

based on that. here's what i'm gonna build, if i had a chance like that:
SMA ku SMA3SMG, rumah aspol kabluk, E-Plaza, cafe tanjakan
apa lagi? mungkin udah. ditempat itu, banyak kenangan indah :)
terutama Sekolah SMA ku :)

....terhenti
pikiran blank....

anyway,
there's a pain. there's a pain to remind me that you're real. thank god.

taukah kalian aku menulis ini dalam mimpiku?
ketika aku bermimpi aku melempar jagoan dengan dus gabus wadah jual jus, dan si inem tukeran pacar sama si kentang, si keriting bisa melambaikan tangannya dengan normal, dan aku sangat dalam keadaan ababil girang.

wow.

reality is a relative concept.
i choose having a design of my reality world, may i ?
i've signed a fantasies of it.
embuh.

(repost) antologi cerita pendek

Hidupku sempurna.

Nyaris sempurna.

Atau memang itu semua hanyalah kesempurnaan semu yang tidak kusadari? Katakanlah harta. Aku memilikinya. Dengan mudah kusebutkan nominal sebuah mata uang dan yang akan terjadi selanjutnya adalah keberadaan sesuatu yang telah terbeli oleh uang tersebut. Bila hari ini cerah. Mudah saja kuputuskan untuk pulang menaiki mobil mewah bak pejabat.

Aku mampu.

Aku menginginkan segenggam pasir putih dan yang akan datang pada genggaman ku selanjutnya adalah pasir putih beserta mutiara diantaranya. Mereka selalu berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan ku, bahkan melebihi apa yang seharusnya pantas kumiliki. Aku bukan orang yang bisa dibilang tamak dalam hal ini. Tidaklah pantas menikmati sesuatu yang berlebih dari hasil yang bukan atas keringat sendiri.
Di dalam dunia ini beserta seluruh isinya, ada 1 hal yang aku musuhi dan teramat aku benci. Jatuh cinta. Dia menghancurkan hariku, menghancurkan tataruang hati dan pikiran. Dia amat menguras tenaga, melumpuhkan fisik. Sungguh tiada yang lebih menjengkelkan dari ini.
Bagaimana tidak? Kau. Ya! kau! membuatku meninggalkan berbagai hal untuk dipikirkan hanya untuk memikirkan seorang pria yang belum tentu cintanya diperuntukkan untukku. Dengan mudahnya kau memporak porandakan isi hati dan kau jejalkan begitu banyak rasa cemburu yang berkecamuk bila pria yang aku cinta berdekatan dengan wanita lain.
Kau menghancurkan ekspresi wajahku.

Kau penuhi kelopak mataku dengan warna hitam. Sungguh aku sukar terlelap saat memikirkan berbagai prospek yang ada.

Aku membencimu namun aku tak bisa menolak keberadaanmu.
Aku membencimu namun keberadaan mu selalu aku butuhkan dan aku cari.
Hingga pada akhirnya kumiliki pria itu dengan bibit 'jatuh cinta' yang selama ini aku pungkiri keberadaannya.
Untuk pertama kalinya kurasakan dan kunikmati apa yang ku raih dengan hasil keringat sendiri. Aku rela menukar mobil mewah ku dengan motormu hanya untuk mengantarkan ku pulang dari padatnya kegiatan sekolah. Aku rela menukar seluruh uang ku dengan waktu yang akan kuhabiskan bersamamu bila itu memang perlu. Sekali lagi, aku rela dengan konsekuensi apapun asal aku bisa menghabiskan hari hanya untuk memikirkanmu dan bersamamu.
Celakanya, apakah kau ber-visi sama dengan visi milikku? Tidak.
Apa yang ingin kau tukar untuk menghabiskan waktu denganku? Kau tak pernah berniat menukar apapun.
Hidupku Sempurna.
Harta dan cinta yang berkelimpahan.
Benarkah?
Aku tahu kita saling sayang dan mencintai. Namun cukupkah itu?

karya Cintya Duni - APHRODITE

(repost) tulang rusuk

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,

"Kamu nggak cinta lagi sama aku!" Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,

"Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!" Tiba-tiba Dara menjadi terdiam ,

Berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."

Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : Apa kabar?
Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
"Good bye...."

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"

seandainya semudah itu

ada hal yang memang tidak perlu dibagi...
rasa sakit, kekecewaan, dan kesedihan adalah contoh beberapa hal yang tidak untuk dibagi dan memang seharusnya tidak dibagi...
apakah empati dari orang yang ada disekitar kita akan cukup mengobati rasa sakit? menghapus kekecewaan? dan menggati kesedihan dengan tawa??
yah, mungkin itu meringankan....hanya meringankan...
selanjutnya beban akan tetap dibawa.
lalu sampai mana harus dibawa??
apakah benar, bahwa orang yang ada disekitar kita akan meringankan bebas kita??

aku adalah sebagian kecil dari hidup yang bertahan dengan kesedihan....
bertahan bukan berarti menikmati...
bertahan bukan berarti, bisa malalui keadaan...
bertahan berarti, mencoba menahan...

aku tetap aku yang tidak akan berubah karena hidup bertahan...
aku tetap aku,sebagai manusia yang sempurna, seutuhnya manusia...
yang punya rasa, punya amarah, membenci dan dibenci, menangis dan tertawa...

aku manusia yang utuh, utuh dengan segala kelebihan dan kekuranganku....
aku bukan kamu...
bukan dia...

aku hidup dari nafas yang ku hirup,
berdiri diatas tuas kaki,
melangkah yang akhirnya melelah,
tetap berpijak pada tanah yang terinjak,
berbayang dan tidak melayang...

aku sama seperti kalian,
yang membedakan adalah apa yang aku bawa
dan yang aku bawa akan membawaku pada keadaan yang membedakanku dengan mu...

jika kau lihat ini sama, lihat lah sebagai suatu hal yang sama makna...
aku tetap berdiri disudut pandangku, merasakan hal yang tak teraba, mendengarkan hal yang tak berbentuk, melihat hal yang tak nyata dan meyakini bahwa hal yang tak nyata bukan berarti tak ada...

aku sama seperti kalian, yang makan nasi dan minum air...
yang tulang ku dari kapur, yang akan datang waktu ku uzur...
yang dagingku dimakan ulat, yang tubuhku bersatu dengan liang lahat...

jawaban atas kelelahan dengan keadaan...
aku akan tetap disini...
menunggu, pelangi yang berujung di bumi....



- Seandainya Semudah Itu, karya Imam .

(repost) karena cinta tidak harus berbentuk bunga

Aku mencintai suamiku kerana sifatnya yang semulajadi dan aku begitu menyukai perasaan hangat yang muncul di hati ketika bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam alam perkenalan, dan dua tahun dalam alam perkahwinan, harus aku akui bahawa aku mulai rasa bosan dan lelah dengan kehidupan berumahtangga dengannya dan alasan-alasan mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Aku seorang wanita yang berjiwa sentimental dan benar2 sensitif serta berperasaan halus. Aku merindui saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan belaian. Tetapi semua itu tidak lagi aku perolehi. Suamiku jauh berbeza dari apa yang aku harapkan dulu. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkahwinan kami telah memusnahkan semua harapan tentang kehidupan cinta yang ideal.

Suatu hari, aku beranikan diri untuk menyatakan keputusan untuk bercerai.

"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.

"Aku lelah, kamu tidak pernah memberikan cinta yang aku inginkan"

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, nampak
seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan aku semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang dapat aku harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat aku lakukan untuk mengubah fikiranmu?".

Aku menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan, "Aku ada
satu pertanyaan, jika kau dapat menemui jawapannya, aku akan mengubah fikiranku: Seandainya, aku menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kau memanjat gunung itu, kau akan mati. Apakah kau akan melakukannya untukku?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Aku akan memberikan jawapannya esok."

Hatiku langsung gundah mendengar reaksinya. Keesokan paginya, suamiku tiada di rumah, dan aku menemui selembar kertas dengan coretan tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertulis...

"Sayang, aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan aku untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan hatiku. Aku lantas terus membacanya.

"Sayang, kau biasa menggunakan komputer dan selalu menghadapi masalah
kerosakan program di dalamnya dan akhirnya menangis di depan monitor, Aku harus memberikan jari-jariku supaya dapat membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kau selalu lupa membawa kunci rumah ketika keluar rumah, dan aku harus memberikan kakiku supaya dapat menendang pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang."

"Kamu suka jalan2 ke luar kota tetapi selalu sesat di tempat-tempat baru kamu kunjungi, Aku harus menunggu di rumah agar dapat memberikan mataku untuk mengarahkan jalan untukmu."

"Kamu selalu kelelahan pada waktu 'teman baikmu' datang setiap bulan, dan aku harus memberikan tanganku untuk memicit kakimu yang kebas."

"Kamu seorang yg suka diam di rumah, dan aku selalu khuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Dan aku harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburkanmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk
kesihatan matamu, aku harus menjaga mataku agar ketika kita tua nanti, aku masih dapat menolong memotong kukumu dan mencabuti ubanmu."

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menyusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, aku tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Kerana, aku tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."

"Sayangku, aku tahu, di luar sana ada banyak orang yang mampu mencintaimu lebih dari aku mencintaimu."

"Untuk itu sayangku, jika semua yang telah kuberikan dengan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak dapat menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."

Air mataku jatuh di atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi aku tetap berusaha untuk membaca selanjutnya...

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawapanku. Jika kau berpuas hati dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, aku sekarang sedang berdiri di luar pintu menunggu jawapanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk mengambil barang-barangku, dan aku tidak akan menyusahkan hidupmu. Percayalah, kebahagiaanku adalah apabila kau bahagia.".

Aku segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah keliru sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini baru aku tahu, tidak ada orang lain yang pernah mencintaiku lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah beransur-ansur hilang dari hati kita kerana kita merasakan pasangan kita tidak dapat memberikan cinta dalam bentuk yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam bentuk lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita perlukan adalah memahami bentuk cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan bentuk tertentu kerana cinta tidak selalu harus berbentuk "bunga".

(repost) Peter dan Tina

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."

Peter: "kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang." (keduanya mengeluh dan berdiam
beberapa saat)

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"

Peter: "Eh? permainan apaan?"

Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"

Peter: "baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa
bulan ke depan."

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini
akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi
maen deh. katanya film itu bagus"

Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter : "Boleh juga..." (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter
mengantarkan Tina pulang malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan
membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk
di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang" kemudian peramal itu
meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat
sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan
sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan
lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari
terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan
sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20 pm
Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. "
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.

15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga. Tiba-tiba
seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu" 

Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal
yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah
darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya
membawa Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang gawat
darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh
penyesalan.

23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam
tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan
torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari
kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis
Tina untuknya.

Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu
jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan
dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga
dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih
dalam lagi sebelumnya. Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap
kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang
kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau menjadi
cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan
berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat
sayang padamu.

23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita
bersama-sama selamanya. Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita
lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati
puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan
tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak. Hari itu
adalah hari ke 100...

Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
True love doesn't have a happy ending, because true love never ends....

my geek thingy

you know i'm freak rite?
i love robot and superheroes. sometimes monster. and sometimes sheep.


i was away, just came home from singapore. it's my third time went there, and this was fabulous :)
i'm not going to tell what i was doing back there, i'll just show my lovely geek thingy i got from there :P


shadow command megatron ; keren kan ~(‾ ▽ ‾~) 
gantungan kunci with apaa clan gituu lupa namanya, ada hubungannya dengan megatron. sayang warnanya jelek, emas gitu. belinya cuma satu, mahal sih T_T , i gave it to jagoan ;)
coklat, namanya Chocolate Stella. nyihihi namanya special buat badmood ex so i gave it to him ;)

mainan SLR ! 
new friend : Sasya :D

bye. #congkak ini -_-