love is just not enough

mungkin banyak denger kali ya quote "cinta doang ga cukup", terus maunya apa? harta? status sosial? ya mungkin buat seumuran saya belum mikir masalah harta dan status sosial dan sebagainya gitu. atau mungkin sudah seharusnya, tapi saya belum saja sampai kesana. ah, mau memikirkan itu dengan subjek siapa coba. 

yang selama ini masih saya pikirkan, nggak cukupnya adalah cinta tidak cukup besar untuk melawan keadaan dan waktu yang salah. karena nampaknya it's the story of my love life. atau bahasa ilmiahnya, the love we think we deserve. yap, karena katanya sejatinya we accept the love we think we deserve. yang mana, saya nggak ngerti kenapa saya what i think we deserve adalah cerita seperti ini. consciously, saya berfikir cerita yang normal-normal saja.

beberapa jam yang lalu saya semacam reunited dengan kawan lama. kemudian dia bercerita tentang kehidupan asmaranya yang rumit. kata-kata saya barusan antara dalem dan geli, ya. kemudian begini dia bilang:
"well no offense sih ya ox, kayaknya aku tepat curhat begini ke kamu. kayaknya kalo ada orang yang paling paham bahwa cinta aja nggak cukup itu kamu deh! hahahaha. eh ojo galau lho! tapi iyakan, aku sudah cukup melihat kehidupan asmara mu dari SMA. mulai dari dia terus dia, aku tau cintamu begitu dalam buat mereka masing-masing pada saatnya. dan aku tau juga kan kalo dia dan dia juga cinta mati sama kamu dulu. dan kalian berdua tu saling tau gitu lho! tapi ya gitu kan, kalian nggak jadi jadiiiiii aja, bikin gemes. karena bagaimana kita berharap semoga keadaan berbeda, atau kalian ketemu di waktu yang berbeda ajadeh. dan cinta aja nggak cukup, ya"
saya cuma membatin: "lha ndasmu. tapi benar."

biar ga dikira cuma ngepost yang galau

kemaren saya menghadiri acara kumpul tingkatan, antara tingkatan saya dan tingkatan maba 2013 gitu. agendanya disitu adalah perkenalan. perkenalan disini perkenalan macem ospek yang si adeknya harus nulis biodata kakak kelasnya di buku itu loh. tapi ditempatku, perkenalan seperti ini ngga begitu tegang, soalnya tujuannya baik! hahaha, soale aku sing nggawe ospek'e -__-

anyway ada salah satu adek kelas yang bisa dibilang paling cakep diantara sekumpulan maba itu. pas dia dateng minta kenalan sama aku, grogi sih ya, lha ganteng. pas dia mulai bicara, entah kenapa charming nya mulai nya hilang. dan lama-kelamaan, bikin gak nafsu *eh

- tempat tanggal lahir kak? nomer hape? alamat rumah?
- *bla bla bla* udah? ada lagi gak? *siap tanda tangan
- eh satu lagi deh kak. satu kata atau kalimat yang mendiskripsikan kakak apa?
- nggg apa ya? gatau deh. skip aja ya
- lho kan kita harus bisa mengenali potensi diri kita sendiri kak

kata-kata terakhir itu yang bikin saya rada illfeel. saya datang ke acara ini bersama anggi, maghfir, haris, bayu, dan sidiq dan duduk berdekatan atau nggrombol dengan mereka juga. karena bocah malesin ini pake ayolah kak ayolah buat njawab pertanyaan terakhir tadi dan saya ngga ngerti mau jawab apa juga, saya menoleh ke teman-teman dan bertanya "eh satu kata atau kalimat tentang aku opo??"

dan teman-teman bosok itu menjawab bersautan kepada si adek :
GENDUT !
NGGA PUNYA ALIS !
KAGETAN !
NEK MBENGOK RAK NYANTE !
GALAUAN, DEK !
PEMAKAN SEGALA ! *yang ini salah-_____-
GELIAN !
MBENDINO MANGAN INDOMIE !
PANGANANE MICIN !
KADANG JOMBLO ! *iki opo-_____-

"umm.. aku takut ular dek.. udah itu aja. udah ya" kemudian saya menandatangani bukunya.

the corner

- going to the corner where i first saw you, gonna camp in my sleeping bag i'm not gonna move~
- kita dulu pertama ketemu dimana ya?
- di kelas kan?
- umm kayaknya kita sudah bertemu sebelumnya tapi kita ga sadar haha
- terus kenapa dulu kamu menolak cintaku?
- kamu dulu belum tau artinya cinta, sih

bisa unyu. bisa.
emang gue tau gitu? *elah

not this time

kowe ndak jek sayang mbek aku?
iseh lah, nek rak tak duk ke kowe saiki
.....

in the fine drizzle of semarang's perfect morning

math class today

when's the last time you woke up to a radio alarm? this morning i am. i remember i slept late, yet i woke up so early for subuh prayer. remember the one and only rule of hangover: hangover all you like but don't miss the subuh prayer. as i woke up, there's a fading sound of a radio, even you, i believe, can recognized it came out from a radio. i just want you back for good~ so the radio sang. 

it's chill, really chill. and you woke up and you see your best friend is sleeping next to you in this small bed for one. how did we end up here? and she had all the blanket. but hell, it's not even yours. "what time is it?" she asked. "six forty two," as you answered and she close her eyes again. you tried to sleep again, but it's just so god-damned chill. so you made a tea.

as you slurp your tea in the living room, you remember how you ended up here. and you remember, oh crap it's math class today. as it's getting noon-er, she made you a bowl of instant noodle, breakfast for champ hahaha. and it's raining lightly, first time of the year in semarang that it's raining in the morning. you ate your noodle slowly while looking out the window, and not having conversation with her.

and you still think about oh crap it's math class today. you think how crappy the math class today gonna is. and you decided to skip the class, back to bed, while she still going to the class.

oh crap, it's math class today, you keep thinking about it and regret it.

chocolate caramel over the uncertainty

i'm sorry i can't look into your face, even directly stare at your eyes right now. because i know i'll cry. so i'm choosing nooding my head down into my ipad, write this, and occasionally check out the waiter desk or slurping my drink.

"seperti yang kamu dulu pernah bilang ke aku: hujan terjadi ketika kelembaban bumi mencapai 100%, walaupun sudah 99,9999% jika tidak 100% tidak akan turun hujan. aku, pernah sampai 99,9999% itu pernah, ca." 

i do believe you. and i also agree with your confrontation if it is all your fault. 

thanks for the hot caramel chocolate by the way.
14-11-13

longing the december

it's thrusday again and i cried again in the middle of the day. while i really want to call my bestfriend in jogja. she called me once, criying. she cried because she's overhelmed with her job, and her friends were not helping with the stress. and i backed out, i can't call her crying for some dead love. you can't compared to the heavy stress of workloads. i miss them, i miss my real friends. 

well at least now i have december to long for.