yang selama ini masih saya pikirkan, nggak cukupnya adalah cinta tidak cukup besar untuk melawan keadaan dan waktu yang salah. karena nampaknya it's the story of my love life. atau bahasa ilmiahnya, the love we think we deserve. yap, karena katanya sejatinya we accept the love we think we deserve. yang mana, saya nggak ngerti kenapa saya what i think we deserve adalah cerita seperti ini. consciously, saya berfikir cerita yang normal-normal saja.
beberapa jam yang lalu saya semacam reunited dengan kawan lama. kemudian dia bercerita tentang kehidupan asmaranya yang rumit. kata-kata saya barusan antara dalem dan geli, ya. kemudian begini dia bilang:
"well no offense sih ya ox, kayaknya aku tepat curhat begini ke kamu. kayaknya kalo ada orang yang paling paham bahwa cinta aja nggak cukup itu kamu deh! hahahaha. eh ojo galau lho! tapi iyakan, aku sudah cukup melihat kehidupan asmara mu dari SMA. mulai dari dia terus dia, aku tau cintamu begitu dalam buat mereka masing-masing pada saatnya. dan aku tau juga kan kalo dia dan dia juga cinta mati sama kamu dulu. dan kalian berdua tu saling tau gitu lho! tapi ya gitu kan, kalian nggak jadi jadiiiiii aja, bikin gemes. karena bagaimana kita berharap semoga keadaan berbeda, atau kalian ketemu di waktu yang berbeda ajadeh. dan cinta aja nggak cukup, ya"saya cuma membatin: "lha ndasmu. tapi benar."
No comments:
Post a Comment