tak ada yang lebih tepat berada di sini selain kamu

Dinding itu meretak dan berlumut. Sungai-sungai tak lagi gemuruh. Mendangkal, jadi genangan-genangan pekat berbau. Akar pohon menjulur menelusur makin jauh ke tanah. Alamanda di halaman itu saling mengulangi diri sendiri. Aku mengeriput dan jadi tua.


Waktu, lokomotif besar yang menarik segalanya itu, tidak meninggalkan sesuatu atau seorang pun. Tak ada yang tetap. Tak ada yang pernah siap.


Tapi aku mau kamu mengingat kita, dalam setiap detik yang berubah. Dalam setiap pagi yang selalu kuawali dengan mengucap namamu. Aku mencintaimu. Dan bersyukur bahwa kamu akhirnya datang juga. Hampir terlambat.


Aku harus mengerti perih, agar bahagia kita bisa kekal. Kamu telah mati, cintaku. Tapi aku bahagia pernah menyentuhmu. Darah dan daging. Bukan cuma mimpi dan imaji. Maka di setiap tikungan kali, kau akan dapatkan aku menyanyi. Tidak, aku tak kan ucapkan selamat tinggal itu.


Aku akan mencarimu, sampai kau hilang lagi.


- dikutip dari "Tak Ada yang Lebih Tepat Berada di Sini Selain Kamu" oleh Avianti Armand dalam buku "Negeri Para Peri"


---------------------------------------------------------------------
" aku akan mencarimu, 
sampai kau hilang lagi " 
yo bener , kamu udah tak cari tak tunggu sampai ketemu, sekarang kamu udah hilang lagi, so uh.. byee ~

everlong

udah lama gw gak nulis, post panjang yang berisi cerita. for real, gw gak tau apa yang harus gw share. bahkan post terakhir sebelum ini pendek, hanya luapan emosi sesaat. dan emosi itu: sehebat semesta yang menentukan segalanya.


sehebat semesta yang menentukan segalanya. ada sebuah istilah cosmological coincidence: kebetulan yang dirancang alam semesta. jujur aja gw lagi hobi dalam menyingkap keistimewaan semesta ini. kenapa? gw teringat jagoan.


gw baru aja pulang dari jogja, dari acara perpisahan kelas gw yang berjudul jogjavator. gw sebagai sie acara, menyiapkan acara buat acara kekeluargaan di malam hari. so i made a movie, berisi slide show foto-foto yang sepertinya juga temen-temen suka. mereka bisa tertawa-tertawa, ceria, dan terasa benar kekeluargaannya. and the next, at first i called it sharing. then, (for me), it turned out a nightmare. ya, a nightmare, gw enggak lebai.


dari sebuah acara yang disebut pengakuan (batinku: chickenshit!);
* temandekatoxa: eh eh eh buat lucu-lucuan aja nih yaa ngihihi uuh *nggeges tapi wagu , aku dulu pas awal-awal suka sama jagoan
* sekelas ketawa
* mantanpacarnya jagoan mukanya langsung nglentruk , diem aja
* temen lain mbanyaki si temennya : eh kamu tu kamu ngaku kamu juga suka to dulu!
* temen yand dibanyaki : aaah enggak gitu kok, cuma mirip aja sama yang tak sukain dulu
* mantanpacarnya jagoan rada lemes senderan di sohibnya
* ridhok : eh oxa oxa ! oxa mau ngomong
* batinku : teke tak gorok kw !
* aku : eh enggak ngawurmu, nggak, enggaaaak
* desi, gendutan, ridhok : ayolaaaaaah
* mantanpacarnya jagoan muka udah pengen cekik gw, mati
* aku : eh yaaa.. err gw tau mantanpacarnya jagoan dulu pernah sengakan sama aku gara-gara jagoan (ya gara-gara gw dan jagoan, bukan gara-gara gw suka sama jagoan kaya yang sebelumnya ngomong)
* pacarnya jagoan : yaa emm xa sori juga sih ini emm
* desi : ben dijelaske jagoane wae! --> ngesu
* jagoan : eh ya maaf buat oxa sama mantanpacarku (sensornya mekso). sebenernya ini salah paham aja kok. ya oxa sebagai teman tapi tu yaaa . . . 
* dan sampe situ kepotong, batinku: opo ndesssss?? ngrr
* berbagai pengakuan lainnya
* si mantanpacarnya jagoan menekan si jagoan dengan jutek abis: kamu tu, yang lainnya aja berani ngaku, masak kamu enggak, ayo cerita!
* bu widi : ya dikeluarin aja sekarang semua, daripada nyesel. kemarin ada lho temen SMA ibu yang nge chat di YM katanya nyesel kenapa dulu nggak milih ibu
* aku : APAA?? APA ITU KOK CHAT YM SEGALA *banter , dan kemudian sadar diri


yah dan kemudian kami diem-dieman. yes i've predict this. kita saling sungkan buat talk each other. bahkan kata ridhok: kamu gak berani liat matanya kan? hahahaha; aku: nyohhh ┌П┐┌П┐
sampe pulang juga kita masih diem-dieman. fuck, ini masa-masanya gw takut lagi. just like the old time. gw nyesel banget kemarin malam err..


terus besoknya aku sms dia, maaf seharusnya aku gak bawa masalah itu ke kelas, aku dibanyaki ngrrr. dan dia bales: gapapa yang penting kan sekarang udah santai, everything ok.
gw: options > reply > typing message 'santai? ah masa?' > mikir sejenak > options > exit > save message? no


seperti yang anak-anak cowok lanturkan: YASUDAHLAAAH ~ gw gak mau nambah masalah sama dia, in fact gw dan mantannya udah baikan aja udah bagus, dan walaupun kita renggang no problem (problem sih, sithiik) yang penting no hurt feeling aja (ah masa?)
i try to let it flow.


well, as i'd ever said man, leaving you might not be that easy


the YOU part and the avatar, it was me

intervensi



" se-simpel semesta ingin kita bertemu " 
mungkin semesta punya cerita lain yang menarik , atau mungkin ini ceritaku denganmu yang dibuat menarik?
why you keep intervene this ? this is not getting simple .



da capo

jagoan masih hidup, tapi toko hati nya udah tutup, bukankah begitu ? (-ridho)

you fuck dhok, i regret everything what i've said last night just because you intervene me :|  

dedikasi terakhir


puji tuhan kepada tuhan yang maha esa, akhirnya Yearbook SMA 3 Semarang 2010 release. melalui sebegitu banyak tahapan proses (heboh dan gak efektif tapi beneran), halangan, dan keceriaan; pada akhirnya gw seneng banget ketika hari pertama pembagian katalog (07/06), kakak-kakak kelas XII menenteng paperbag bagus (serius, bagus) bertuliskan Unforgettable Moment yang berisi katalog kelulusan. 


dan punya gw sendiri gw pajang ditembok (ya, terpaku ditembok) sebagai koleksi pribadi dan kenang-kenangan :D

walaupun secara keseluruhan bukan karya gw sendiri, in fact gw hanya mendesain beberapa halaman dan beberapa diantaranya juga gak dipake karena pada akhirnya gak sesuai dengan tema (my design is on http://oxapisiva.blogspot.com/ 5 gambar di baris paling atas, pamer). tapi secara resmi maupun tidak resmi gw juga panitia / editor / whatever dalam pembuatan buku ini (agaknya #mutusidhewe). pada awalnya direkrut jadi designer, tapi pada akhirnya jadi kuli yg ngangkutin 500 buku ini ke lantai 2 -_-

dari awal tender buat milih agensi designer dan percetakan yang menuai banyak pertimbangan, setelah dapet malah wakil kepala sekolah gw memutuskan untuk tidak mengadakan katalog kali ini dikarenakan takut duitnya dibawa lari. ya, agak heboh. tapi pada akhirnya dia pun bisa diyakinkan, dengan segala usaha ucap manis dari kita dan 
mas imam
mas imam adalah mas designer utama kami tercinta. dia banyak bantu kita, mengerjakan lebih dari sebagian isi katalog, traktiran di cafe miliknya kedai yogurt (enak!), kos-kosannya menjadi tempat pelarian kita saat cabut dengan surat bertuliskan tujuan: mengurus katalog kelas XII, dan juga dia banyak ngasih kita ilmu desain disaat kita lagi mblayer mau lomba individu. he's been a good coworker and friend.
pemotretan. pemotretan yang absurd, capek, namun menyenangkan.
oh ya tahukah kalian diatas tubuh si model cover diatas, wujudnya seperti ini
imut, cakep, dan bagus dadanya untuk cover catalog :P (ampun rian jika anda tidak berkenan ngomong tar gw hapus haha)

ceritanya ketika si photographer lagi mood ambil foto buat cover, gak ada model yang available siang itu. dan rian belum pulang dari sekolah, dan terjadilah. kakak-kakak yang mau foto bareng atau minta tanda tangan, dia ada di XI olimp silahkan dicicip (heboh, apa jal).

kemudian pemotretan crew page. jadi ceritanya gw, rian, adityo, nurul, dan tiara sebagai orang sibuk behind the making taking picture(s) buat crew page, yang sekarang hasilnya ada di halaman terakhir katalog (mohon maaf itu desain gw jelek, dibuat cuma 10 menit under pressure dari yang punya gawe jadi ala kadarnya). yah foto itu cukup jadi (walaupun wajah gw tetep ancur gak cantik gitu).
sampai ternyata draft-draft foto kami yang lainnya masuk di cd flash katalog under crew section. semuanya, dari yang candid, narsis alay, dan mirip-mirip foto prewedding gitu: ada gw sama rian dibawah pohon, gw sama adityo boncengan naik motor (eh foto itu kaki gw mirip barbie! haha), dan foto si rian sedang menyodorkan bunga ke adityo (maho banget). nah silahkan dibuka! laknat semua, let the world know -,-

foto yang dengan sengaja diambil secara heboh, pura-puranya kalo didubbing gw: aku hamil bang!, pernah menghiasi wallpaper iPhone gw cukup lama, dan untungnya gak ada di flash -,-

yang paling heboh adalah saat katalog udah siap diambil dari percetakan (05/06). tempat ngambilnya di papandayan. plosok, jalannya kecil, dan naik turun. gw bisa bayangin waktu si rian nyetir ketar-ketir jaga nyawa biar mobil gak gores dan dibunuh emaknya. dan sampai lokasi, hujan deres banget. akhirnya batal hari itu. dengan kebasahan kami pulang dengan tangan kosong.

hari itu gw pikir adalah yang the worst, gak direstui karena hujan. sampai rumah basah kuyup. tapi ternyata yg paling worst lagi, badan gw pegel sakit-sakit kalo digerakin selama 3 hari (heboh tapi beneran).
besoknya kita kembali, cuaca mendukung. baru nyadar, oh ya gw harus ngangkut ni katalog 500 biji ke mobil. mampus. gak ada pilihan kita bolak-balik ngangkatin tu 500 biji katalog. belum seberapa, kita harus naikin ni katalog ke lantai 2 di sekretariat osis. doble mampus.

itu habis ngangkutin 500 biji, capek, pegel, dan bekeringat. kalo ada kakak-kakak kelas yang baca ini maaf ya jangan ilfill ƪ(˘⌣˘)┐┌(˘⌣˘)ʃ 

akhir cerita, tanggal 7 dibagi ke kakak kelas, seneng akhirnya ini final. dan semoga kakak-kakak kelas pada suka sama buku ini. semoga bener-bener bisa create unforgettable memories :)

dan buat gw sendiri, gw ikutan dalam unforgettable moments ini. ini kedua kalinya gw bikin yearbook angkatan, kali ini dengan lebih banyak tekanan, yah pengalaman. but indeed, i'm having fun. thanks buat 
2 anak kucing yang lainnya rian edi cahyanto dan adityo prabowo, si yang punya gawe dan wakilnya nurul istiqomah dan tiara kurnia chandra, designer kami tercinta mas imam. anak-anak OSIS, kakak-kakak kelas, dan semuanya yang udah bantu. 

ini sebagai dedikasi terakhir gw dalam proyek ini.
terimakasih, you've paid me enough, and i've had enough with this shitty :P
*anak kucing yang satunya lagi, oxapisi va.

your last word on our chat box : i miss you



These moments of bliss I don’t want to forget, these habits of love proven so hard to break.
Who cares about history? All that matters is that I miss you. Why can’t that be enough to call you? Does it have to be more complicated then that?
So I read your last words over and over again, to remind my self it wasn’t my feelings that were holding things back. Maybe I can convince my self of what everyone else seems to know.
Still, there are times when the memories override my logic and overwhelm my reason, your reason. It makes me question both your, our actions, when I know it doesn’t make sense to contact you because nothing has changed, and nothing ever will. I am the only one in the world who doesn’t seem to understand.
Love conquers all, whether you want it to or not.
really, really want to ask how do you do.

give = receive ?

se-phrase status di facebook teman: give = receive ?
dan dengan simple gw meng-comment 'give love and you'll receive love :))' . gw pun comment seperti itu hanya atas dasar simple quote yang sering gw jumpai. and then he asked if that's for real. dan gw jawab: 'dicoba bro, hehe'. guess what is his answered:
" udah aku kasih belum sih ya? "
well, have I ? 

vulnerable ?

you know how easily and suddenly these things happened, beginning in a playful teasing and ending in something little warmer than friendship. we both know it was just a game, or maybe it was only me that pretend assuming it as a game, that i'm scared it'll moved on, more than friendship. well it's must be good, but no, not at this timeline. i'm not spoused to in love with you, and so do you mostly. well did you? i really have no idea. i just open through the sky flash memories that i've told you so i'll keep it, and you just don't believe me.

there are mornings i wake up with the memory of you, and nights i stayed up late think about you. your gentle voice still banging on my ears. calls passing hours with only delicated grazes between us. how you say goodnight at absurd length. it is innocent and very.


it's as if my sub conscious is still lingering on what we had, even though in my conscious has given up on what could have been. wanting to live with my life with you in it became such a habit that i still catch my self wishing you could be here to share in my contentment when i'm sitting in front of my laptop, just like the old days. i've told you i never sign an excact subject of my fantasies, but lately you've been outfront.
9 juni 2010 , jam 0.02
lagi-lagi aku bikin tulisan yang menggantung
entah buat siapa, sedang dilema

special goodnight #06062010

You know how easily and suddenly these things happen, beginning in playful teasing and ending in something a little warmer than friendship. You squeeze the slender arm which is passed through yours, you say goodnight at absurd length in the rows of calls. It is innocent and very interesting,


dibuat ketika aku bosan menunggu kamu pulang, setelah kita saling mengejek kecil mengapa kamu tidur terlalu awal dan aku tidur terlewat larut .

arrows with no target


I don’t view my projects the same way any more. I used to work towards a goal, an idea of what I wanted to achieve. But more recently I stopped car ing about the end result, proba­bly due to this new perspective on… everything.
It’s a strange jux ta po si tion of know ing that what you’re doing is ultimately insignificant, and finding enjoyment in doing it any way. Like a child stacking a pile of blocks, only to knock them down.
The wikipedia arti cle on wu wei explains feel ing this bet ter than I can:
The goal for wu wei is to get out of your own way, so to speak. This is like when you are play ing an instru ment and if you start think ing about play ing the instru ment, then you will get in your own way and inter fere with your own play ing. It is aim less action, because if there was a goal that you need to aim at and hit, then you will develop anx i ety about this goal.
Zhuangzi made a point of this, where he writes about an archer who at first didn’t have any thing to aim at. When there was noth­ing to aim at, the archer was happy and con tent with his being. He was prac tic ing wu wei. But, then he set up a tar get and “got in his own way.” He was going against the Tao and the nat ural course of things by hav ing to hit that goal.
(This also reminds me of a verse from Leonard Cohen’s True Love Leaves No Traces: “Through windows in the dark/The chil dren come, the chil dren go/Like arrows with no tar­gets/Like shack les made of snow.)
Nowadays, I do what I feel like doing and don’t stress out about not finishing a project, cause I know I’ll feel like work ing on it another day. It leaves me more loose ends, but I don’t mind. Luckily, I love creating things. Trying different mediums. New ways of express­ing myself.

tape it back



yep, analoginya that's me holding the picture .