agustus 2010

agustus, penuh momen.

entah tahun ini, entah harus suka atau tidak. sebagian diriku merasa penuh berkah di agustus ini, namun bermacam masalah pun melanda. masalahku, maupun temanku.


agustus ini, diawali dengan puasa. aku masih ingat, aku senang di hari pertama bulan puasa, sampai aku pernah menulis 'berkah ramadhan benar-benar terasa'. yaitu.. ah.. kembali 
nya seseorang yang cukup lama hilang :)

sekitar seminggu pertemuan kita kembali, sangat menyenangkan, walaupun akhirnya kamu hilang lagi. sangat menyenangkan ketika kamu mengucapkan selamat berbuka puasa, semangat ketika aku sedang sibuk, dan wake up call untuk sahur. but again, i lost you.


kemudian sebuah insiden yang tidak perlu dibicarakan lagi, sangat menguji memang. tapi saat-saat ini, aku sangat merasakan keberadaan sekumpulan sahabat yang sangat hebat. stay after school sampe lama, just talking, listen to my junk cries, that was incredibly fun! yo, i love you so much.

and unfinished bussiness for me and someone, aku menunggu realisasi perkataanmu. 


dan seseorang di bulan agustus 2 tahun lalu =)


 now, welcome september. seingatku belum pernah ada yang sebegitu spesial di september, semoga tahun ini. or wake me up when september ends, i very much looking forward for 
october :)


be good to me universe ;)

forever

- i'll love you forever
- you will?
- yes. that's the problem


warn me when forever starts to end



entah mengapa aku bisa

pesan ini akan tiba padamu, entah dengan cara apa. bahasa yang kutahu kin hanyalah perasaan. aku memandangimu tanpa perlu menatap. aku mendengarmu tanpa perlu alat. aku menemuimu tanpa perlu hadir. aku menyayangimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.
atau mungkin hanya se simple membaca posting blog ku yang menjadi hobi mu dulu, bahkan meminta.

kupandangi langkahmu yang ringan dan tampak seperti melayang, berjalan dengan irama konstan. engkau tak seperti orang yang berjalan di atas pasir, yang kebanyakan tampak berat dan canggung. barangkali karena telah ratusan kali kau lakukan itu, menyendiri di tepi pantai, menyusuri garisnya seperti meruntut urat laut. tapak kakimu sudah tahu bagaimana bersahabat dengan pasir yang kadang menggembung dan kadang mengempis dimainkan napas ombak.

matamu mencari bola merah yang disembunyikan arakan awan mendung. sesekali kau buang pendangan ke arah lain, sekadar meyakinkan kau tak sendiri di dunia ini, karena seringnya engkau berharap demikian. sesekali pula kau buang pandangan ke belahan langit di bahu kananmu, yang berwarna-warni antara ungu, biru, dan abu, yang menggetarkanmu sama hebatnya dengan bola merah yang kautelisik sejak tadi.

pesan itu akan tiba padamu, batinku. entah lewat siapa, atau matamu sendiri.

seseorang tampak berlari menyusulmu, meneriakkan namamu keras-keras hingga kau tak punya pilihan selain menoleh. seketika wajahmu berubah, rona yang kuhafal dan tak kusangka akan kembali lagi. aku ingin meneriakkan bahagia ini, tapi entah dengan cara apa. perlahan kulihat awan mendung bergeser, menyeruakkan mentari yang kau cari. dan kulihat engkau kian berseri. senjamu kian sempurna. dia, yang kau cinta, tampak berkilau disiram cahaya jingga.

kalian berdua menghambur, mendekap erat satu sama lain hingga kakimu melayang di udara. rasa hangat ketika kedua tubuh bertemu, rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika kedua pasang mata menatap. aku merasakannya, entah mengapa aku bisa.

tiada yang terobati, di dalam peluk ini,
tapi rasakan semua, sebelum kau kulepas selamanya.
-dee