Kalo gue pernah nulis tentang mr.drummer, mungkin ini saatnya gue nulis tentang the badmood ex.
gue gemes, suka, tertarik, jatuh cinta pada sikapmu yang.. err gue ga tau apa sebutannya, unique. your ability to finish my unfinished sentences when i am out of words, things we share in common, the way you forbid me to do things. your words that could make me fly, cry - even in my stubborn mood, and laugh - even when i came to you with my pouting mood in the first night we talk again since the longest we ever had (lebay ah gue -.-“). and your night late sickness, something that i hate about you, but somehow i admire that, this is kinda boy i adore, dan mungkin sekarang gue ketularan :P
mukamu bodoh, tingkahmu bodoh, kamu freak. and yes, totally freaking me out, in both ways: my rage, and my unconditionally in love with you. kamu sok tau, tapi nggak mau ngaku kalo kamu itu pinter. nah kan sok tau kamu, sok tau kalo kamu nggak pinter, haha.
2 hari yang lalu temen lama gue, atau kita tepatnya, sms berisi ‘aku seneng deh kalian akur :)’. yah kemudian gue senyum-senyum sendiri enggak jelas. dan gue ngeliat ke belakang, masih banyak tanda tanya. dari kita putus, bagus kita putus baik-baik, bahkan kamu masih nganterin aku pulang hampir setiap hari; dan yang lucu, nyokap gue mergokin kita lagi berduaan di kamar, haha. sampe-sampe ada masalah ga jelas yang bikin kita diem-dieman, bertengkar, dan membuat rasa marahku muncul selama berbulan-bulan. kamu selalu menunjukkan ekspresi badmood-mu yang memberiku ide julukan the badmood ex. dan sebuah pertemuan yang aku kira merupakan akhir segalanya tentang kita.
tapi sebuah senyuman di bali sepertinya merubah semua itu. dan malam pertama we actually talk for a long time, kamu sudah berhasil membuatku tertawa, menangis, dan flying dengan kata-katamu. dan akhirnya kita melewatkan malam tahun baru bersama (lagi). semua ini dalam waktu 1 minggu. bagiku, kamulah hadiah tahun baruku.
terimakasih untuk kembali, my not-badmood-again-now ex :P
No comments:
Post a Comment