burn your box

saya sedang dikejar dengan entries for design competion, paling lambat lusa, and tonight progress: nadaa~, no concept at all, apa lagi draft - -"
and yes, this is frustating. well I always wanna bring my best when it's come to design, something that i more-than-average interested in. walaupun nantinya gak menang, saya kudu bisa merasa bahwa bikinanku itu memuaskan bagi diriku sendiri dan seharusnya pantas menang!
gak kayak waktu lomba unisbank kemarin, udah suram sendiri sebelum pengumuman. ya, aku gak puas. abisnya, menurutku sih itu gak total, bukan biasa aja, hampir jelek! tapi setelah ternyata bikinanku itu urutan 15 dari 72 peserta, ya bikin rada ayem dikit. tapi tetep aja, gue gak suka err.

and now, talking about that kinda design and stuff. gue jadi teringat suatu konsep desain untuk dilombakan dari Caraka Fest, yang menurut gue sangat wah dan menggugah: BURN YOUR BOX! semangat untuk keluar dari zona nyaman, bakar agar tidak mampu kembali, dan buat sesuatu yang baru.
meminjam filosofi korek api, kita bagaikan sebatang korek yang masih tertidur rapi di kotaknya menunggu sesorang untuk mengeluarkan dan memakainya. namun sebenarnya kita memiliki potensi untuk keluar sendiri dari kotak tersebut, yang harus dilakukan adalah mengenali kotak yang selama ini menyelubungi kita dan menyalakan api semangat untuk membakarnya.
tidak ada kemenangan yang akan datang dengan sendirinya, kemenangan sejati harus diraih. menunggu hanya memberi kita lebih banyak waktu lagi untuk menunggu. so, ACT !

haha belum pernah kan gue bikin postingan isinya semangat-semangat beginian. and then setelah teringat hal itu tadi, berimplikasi kepada berbagai pemikiran: obsesi dan troubles

obsesi. sedari dulu aku kecil, gue punya err.. istilahnya mah cita-cita kali ya, gue pengen jadi penyanyi di kafe. haha keliatannya rendahan ya? tapi bener, gue kagum sendiri kalo liat penyanyi kafe gitu. apa lagi kalo malem suasana tenang gitu terus nanyi yang slow gitu. dan gue kira mereka jauh lebih keren daripada penyanyi terkenal yang sering nampang di TV, banter ngeluarin album, padahal suara dan kualitas musiknya cempreng.
tapi gue sendiri sadar, suara gue jelek poll -,- . dan gue rasa gak bisa lah hal kaya gitu dilatih, walaupun banyak les-lesannya. and then gue mulai belajar piano, i thought that would be cool to. dan gue rasa gue lumayan bisa cepet menguasainya, atau emang gampang karena banyak orang yg bisa -,- . tapi kemudian gue stop piano-ing since like 3 years ago. mau mulai lagi males! yep males ini penyakit paling berat kedua gue.

terus bicara obsesi dari segi lain. menurut gue sih ya, obsesi itu lumayan membunuh. kamu lagi ngerjain sesuatu, dan terobsesi jadi yang paling baik, kamu malah tertekan sama obsesi kamu itu jadi kamu gak bisa mikir jernih. bener gak sih? ya kalo gue sih gitu.

next, troubles. yeah lately gue lagi ada trouble, mainly di sekolah. trouble gue ini bener-bener sinetron poll sih kalo menurut gue -,-. haha kayanya belum perlu gue ceritain sekarang. yang jelas, selama ini gue gak nemuin pemecahannya, dan i've decided to stay think the opposite. tetap berpikir bahwa yang gue kira selama ini salah, gue mencoba berpikir bahwa 'kami' gak ada trouble satu sama lain, yeah secara ini masalah belum tersampaikan secara frontal. dan gue hanya berharap cepet-cepet naik kelas 3 lah, cepet lari dan jauh dari masalah ini,

but then i thought: you can't run away from trouble. there ain't no place that far. right?
so what i need to do? right now, i don't give shit on it. well yeah sometime.. when something setting me off err. tapi yah selalu mencoba untuk santai hehe, trouble is a friend aaaa trouble is a friend wouwoo ~

wait, tadi pas rencana mau nulis sih pikirannya sampe sini aja. tapi ternyata dalam proses menulis kalimat terakhir diatas gue teringat yang lain: FEAR. yap atau ketakutan. gue takut banyak, bahkan gue takut hantu ataupun takut gak naik kelas just like the other common people. tapi jika gue list ketakutan yang sangat menakuti secara psikis, yang bisa menyebabkan psychosoma saya kambuh: takut kehilangan, takut sendiri, dan rasa takut gak bisa menghadapi ketika ketakutan-ketakutanku terjadi.

well enough said, and for bonus pic of the post, well yeah gue pikir rada nyambung juga kalo disambung-sambungin sama ngomongin semangat ginian *mekso,  my design few weeks ago:

hehe spread the love, guys :P

No comments:

Post a Comment