halo lagi gendut,
gimana kabarnya? kok bete? kamu kok sengak gitu sih. kenapa kamu?
maaf,
daritadi aku cuma bisa tanya kamu kenapa. bukannya langsung bergerak ngelakuin sesuatu yang berarti pas kamu kenapa-kenapa.
maaf,
aku cuma bisa bilang maaf. kamu tanya kenapa aku terus bilang maaf, padahal katamu aku nggak salah. yah aku nggak tau musti bilang apa kecuali maaf dan jangan bete.
maaf,
aku nggak bisa banyak ngehibur.
maybe is that i just haven't figured you out.
aku merasa pengertian, padahal mungkin aku belum begitu mengerti.
i'm trying, i'm on my way, just help me to figured you out.
aku galak, maaf.
sekarang aku ngerasa gimana rasanya digalakin. ketika aku nulis kata-kata yang niatnya buat penyemangat, tapi dibales sengak, dicuekin. nulis panjang lebar pengen ngobrol cuma dibales se kata. aku tidak akan pernah lelah menyemangatimu. aku tidak akan lelah mengingatkanmu untuk jaga kesehatan. hai, digalakin tu gaenak aku tau, maaf juga nggalakin kamu. aku tau aku salah, maaf. tapi nanti kalo aku berlaku manis malah kamu gasuka, yah serba salah deh.
aku harus mengerti. seperti kata lintang, jadi cewek pacar orang harus bisa jadi cewek yang selalu ada. walaupun kamu bete. kamu lagi bete, wajar, sekali-kali. padahal oxa sering bete ga jelas, kamu ngeladenin.
mengingat kembali kata-kata lintang.
aku suka kamu. aku suka kamu, menyenangkan ataupun menyebalkan. aku suka kamu. nggak boleh nggonduk, jengkel, sebel, marah. aku harus mmengerti.
dan diantara perjalanan pengertian itu,
kamu sampaikan kata terakhir on our chat box this midnight
love you..
so much..
yes, i do, me too.
jangan bete ya sayang, yang gembira :)
No comments:
Post a Comment