"eh, hai xa." sembari matanya tetap tertuju ke jalan. aku terbangun dan tersadar aku sedang berada di sisi kiri mobil. aku tidak teringat kapan aku tertidur, dimana aku tertidur, seakan aku sudah tertidur setahun lebih. xa? kenapa panggil 'xa'? apa tadi kami lagi berantem sebelum aku tertidur?
"kamu mimpi apa deh barusan? kamu ngigau aneh-aneh deh"
mimpi? what are you talking about?
"jadi gimana? kamu jadi tetep mau magang di jakarta?"
ngomong apa sih, that was a year ago kan.
dan kemudian aku melihat tahun di jam hape masih 2013. seakan aku sudah pernah melaluinya, aku teringat, i was miserable at 2013. seakan aku sudah pernah memikirkannya, aku teringat, aku tidak mau pergi ke jakarta, lagi, bersamamu.
"of course," aku menjawab.
without a doubt in my mind, seakan aku sudah pernah tahu bahwa hal indah akan terjadi ketika kita memutuskan untuk kembali ke jakarta.
dan mulutnya tersenyum namun tertahan. seakan aku sudah pernah diberi tahu berulang kali, bahwa dibalik senyum itu terdapat ketakutan, dan rasa cinta yang sudah ada sejak lama.
No comments:
Post a Comment