mon(ster)day


I Don't Like Monday
repost from bukasemangatbaru.com

Suatu pagi, tepatnya Senin pagi, seorang teman datang dengan muka yang sudah dilipat-lipat jadi delapan. Dia menghempaskan tasnya di atas meja dengan agak sedikit keras, “I hate Monday”, ujarnya pendek.
Ughh.. kenapa ya hari Senin menjadi menakutkan untuk sebagian besar orang? Padahal kalau dipikir-pikir itukan sama saja dengan Selasa, atau Rabu, atau hari-hari lainnya.
“Senin itu artinya jalanan lebih macet,” ujar teman gw, atau alasan lain yang sering kita ucapkan adalah Senin itu biasanya ada ujian, Senin itu ada evaluasi dan sejuta alasan lainnya.
Tapi, kalau Senin tidak macet, atau tidak ada ujian ataupun evaluasi, apakah kita masih sebal dengan Senin? Sepertinya sih iya yah.. hehe. Kalau begini “I dont like Monday” muncul karena Senin menjadi hari pertama setelah weekend. Hari memulai kembali aktivitas regular setelah kita hepi-hepi dan bersantai di weekend. Jyaahh… kasian sekali Senin ini.
Coba kalau kita putar, Jumat jadi hari pertama, lalu Selasa, Rabu, Kamis, dan Senin baru Sabtu lalu Minggu? Err.. gak ngaruh yah. Oke, bagaimana misalnya Minggu jadi awal hari dalam seminggu, lalu Sabtu, lalu Jumat dan seterusnya? Nayyy… gw pikir istilah ‘I don’t like Monday” berubah jadi ‘I don’t like Friday’ hehe.. jadi sebenarnya masalahnya apa?
“Gue ga semangat man..” ujar teman gw itu setelah berkali-kali didesak alasan dia ‘benci Senin’.
Jadi bagaimana dong supaya dapat semangat baru?
Belakangan gw denger sebuah lagu tentang semangat githu deh.. ”Buka kita buka hari yang baru, sebarkan semangat, langkah ke depan, jadi pribadi baru.. bukalah bukalah semangat baru” kalau dipikir-pikir bener banget. Kenapa sih harus benci Senin? Setiap hari adalah sama, mau itu Senin, Selasa, Rabu, intinya setiap hari itu hari baru, benar kan? Entah itu bakal macet atau ada ujian sekalipun, hari itu adalah hari baru dimana kita bisa memulai segalanya lagi dari awal. Bayangin deh, itu kan seperti kita dapat kesempatan lagi untuk bisa memperbaiki atau melakukan sesuatu yang lebih baik. Justru Senin adalah hari kita bisa berharap setinggi-tingginya apa yang bisa kita lakukan seminggu ke depan.
Isn’t that great?! Jadi, bagaimana kalau mulai Senin besok, kita mulai dengan semangat baru dan harapan-harapan baru. Dan next time ketika Senin datang, kita bisa ngomong ’ Hey.. Monday is not bad at all, in fact, I do Like Monday”.
Cheers,
------------------------------------------------------
'i will make your monday become your own special saturday kiddo'
3 october 2009, saturday soundtrial

totally fucked up today !

yah para pembaca yang sangat sedikit, mohon maaf sebelumnya, biar aware gue kasih tau dulu kalo gue kali ini mau misuh :P . yes lately, i've been fucked up. many bad things happened. hmm :/

let's see, let's begin w/ yesterday. 

yesterday was my first day of school after the end term holiday. school was ok. but after school, when i was on my way to my home, gue mau kejatuhan pohon! gila. trus gue banting setir ke kanan, malah nyerempet orang -_- untung tu orang ngerti dan ga marah.
and then nyampe rumah, the badmood ex said, 'ok i tell ya, aku abis jatoh'. oh gooood. dan katanya sih sampe tangan kirinya ajur gitu arrrr.

and today, the worst i think :/

tadi pagi berangkat sekolah gue enggak bawa motor, udah sms si inem suruh bawa helm gue yang ada di rumahnya. eh dia lupa, ngok. trus gue ga bawa jaket, mana tadi pagi tu dingin banget gila brr. and then gue lupa bawa baju buat nari, alhasil gue mondar mandir nyariin baju dan akhirnya dapet, pelajaran nari pun sangat ngebetein! setan.
istirahat, gue mulai terpikir dengan nasib pulangku ntar. dan gue teringat the badmood ex sepertinya hari ini mau pulang naek taxi, ahaa nebeng ah ngihihi. trus gue balikin baju yang gue pinjem dari temen sekelas badmood ex sambil berpikir licik berharap ketemu dia terus minta urunan taxi. sampe kelasnya, gue ga ngeliat ada tanda2 dia ngok. malah, waktu gue di depan kelasnya, gebetannya gue dulu ceritain kalo ngeliat gue mukanya serem, nongol keluar, mandang gue dengan muka serem lagi -_-. apa apaan sih bzz
and then pelajaran kimia, mood gue udah tinggal 50% ini brr, i'm fucked up enough. pelajaran tengah2 rame, dan gurupun cuma duduk di mejanya. ya udah gue buka hape, buka YM, nobody interesting there, termasuk mr.dragon yang biasanya ada ngok. then gue tiduran di meja males2an. sampe temen gue tiba2 teriak,
A : 'oxaaaa! mantanmu masuk rumah sakit abis kecelakaan ya?'. 
gw : hah? kok tau? *rada2 ngantuk kesadaran belum full*
A : barusan dikasi tau bu guru (aduh jadul amat manggilnya bu guru -_-)
*fyi guru kimia gw itu wali kelasnya the badmood ex
gw : oh, gamasuk berarti sekarang? ko sampe sms wali kelas segala? tp kok td di YM ga ada ya?
A : iyalah, secara masuk RS juga! kayanya td gw udah bilang kan

ngehek, gue kaget dengernya. buseeet what's wrong sih with this day. gue langsung ol YM lagi, nge cek. trus ada dia yang langsung say hello ke gue. blah langsung gue introgasi dia sambil freak out ga jelas. dan untungnya, dia dirumah, he's ok. aduh guru gw lebay ya hmm


pulangnya, gw minta anter pulang si gendut, engga pake helm! wohoo. tapi si gendut ternyata ada acara dulu. yaudah gw tunggu. 

and then gw ketemu best friend gue waktu kelas 1, panggil dia cewek_berkonde :)) ngahahaha julukan ini private aja deh kayanya. anyways, dia cerita dia abis diputusin pacarnya. ceritanya: jadi pacarnya ini kuliah di aussie, so mereka LDR gitu. and then tiap temen gw ini ngehubungin pacarnya, jaraaaaang banget dibales. bahkan waktu mereka setaunan aja pacarnya nggak nge kontak dia, dan baru di kontak taun baru ini. yes nge kontak dengan maksud mutusin! well break up is fine, every couple will have it, gue pun pernah, no problem. tapi ini errr, kalo gue bilang agak nggak senonoh. see pacarnya bilang gini, 'udah deh aku nggak mau ribut masalah ini, aku habis dari library dan aku capek banget aku pengen tidur. sorry, keputusanku udah bulat. kamu tu udah jadi annoying buat aku, sering ngontak aku nggak jelas. udah mending kamu focus ke dirimu sendiri, cari penggantiku.'
see, sakit kan? *hint: the annoying part -_-

well akhirnya gue sampe rumah. dan bodohnya, gue ga bawa kunci rumah! aaaa -_-" . yaudah gue tunggu nyokap sampe pulang. dan setelah gue masuk, langsung nyalain PC, login blogger, dan langsung misuh disini :/

rendevouz

 jujur gue enggak tahan, gue gatel buat nge post ini.
Kalo gue pernah nulis tentang mr.drummer, mungkin ini saatnya gue nulis tentang the badmood ex.

gue gemes, suka, tertarik, jatuh cinta pada sikapmu yang.. err gue ga tau apa sebutannya, unique. your ability to finish my unfinished sentences when i am out of words, things we share in common, the way you forbid me to do things. your words that could make me fly, cry - even in my stubborn mood, and laugh - even when i came to you with my pouting mood in the first night we talk again since the longest we ever had (lebay ah gue -.-“). and your night late sickness, something that i hate about you, but somehow i admire that, this is kinda boy i adore, dan mungkin sekarang gue ketularan :P

mukamu bodoh, tingkahmu bodoh, kamu freak. and yes, totally freaking me out, in both ways: my rage, and my unconditionally in love with you. kamu sok tau, tapi nggak mau ngaku kalo kamu itu pinter. nah kan sok tau kamu, sok tau kalo kamu nggak pinter, haha.

2 hari yang lalu temen lama gue, atau kita tepatnya, sms berisi ‘aku seneng deh kalian akur :)’. yah kemudian gue senyum-senyum sendiri enggak jelas. dan gue ngeliat ke belakang, masih banyak tanda tanya. dari kita putus, bagus kita putus baik-baik, bahkan kamu masih nganterin aku pulang hampir setiap hari; dan yang lucu, nyokap gue mergokin kita lagi berduaan di kamar, haha. sampe-sampe ada masalah ga jelas yang bikin kita diem-dieman, bertengkar, dan membuat rasa marahku muncul selama berbulan-bulan. kamu selalu menunjukkan ekspresi badmood-mu yang memberiku ide julukan the badmood ex. dan sebuah pertemuan yang aku kira merupakan akhir segalanya tentang kita.

tapi sebuah senyuman di bali sepertinya merubah semua itu. dan malam pertama we actually talk for a long time, kamu sudah berhasil membuatku tertawa, menangis, dan flying dengan kata-katamu. dan akhirnya kita melewatkan malam tahun baru bersama (lagi). semua ini dalam waktu 1 minggu. bagiku, kamulah hadiah tahun baruku.

terimakasih untuk kembali, my not-badmood-again-now ex :P