ibu bunga

jika dia membuatmu menangis, dia tidak berhak atas mawar darimu. jika dia membuatmu menangis bahagia, maka dia berhak mendapat lebih dari tiga tangkai mawar.

kata ibu penjual bunga di dekat tugu muda.

seakan

"eh, hai xa." sembari matanya tetap tertuju ke jalan. aku terbangun dan tersadar aku sedang berada di sisi kiri mobil. aku tidak teringat kapan aku tertidur, dimana aku tertidur, seakan aku sudah tertidur setahun lebih. xa? kenapa panggil 'xa'? apa tadi kami lagi berantem sebelum aku tertidur?
"kamu mimpi apa deh barusan? kamu ngigau aneh-aneh deh"
mimpi? what are you talking about?
"jadi gimana? kamu jadi tetep mau magang di jakarta?"
ngomong apa sih, that was a year ago kan.

dan kemudian aku melihat tahun di jam hape masih 2013. seakan aku sudah pernah melaluinya, aku teringat, i was miserable at 2013. seakan aku sudah pernah memikirkannya, aku teringat, aku tidak mau pergi ke jakarta, lagi, bersamamu.

"of course," aku menjawab.
without a doubt in my mind, seakan aku sudah pernah tahu bahwa hal indah akan terjadi ketika kita memutuskan untuk kembali ke jakarta. 

dan mulutnya tersenyum namun tertahan. seakan aku sudah pernah diberi tahu berulang kali, bahwa dibalik senyum itu terdapat ketakutan, dan rasa cinta yang sudah ada sejak lama.

another wish

it's october again and i got my birthday cake a couple hours early this year. it was from lintang, which she finally manage to squeeze time for having my birthday. she bought me this really lovely cake with 3 candles, it means 21. 2 + 1 = 3.

and at the time i was about to blow it, i don't know what i would wish for on my birthday candle. for another year before, it wasn't really hard. but what wish should i put on my birthday candle now? i have no idea.

well, because i already got you. that's like the best wish in the whole universe come true already.