here it goes, finally i can manage it to post this. telat sih, tapi gue tetep merasa gue perlu nulis ini. kenapa gue bilang telat? karena kejadian nya itu kemarin (red: sabtu, 7nov). see, temen gue meninggal hari itu.
who is she? dia nggak begitu deket sama gue, dan jujur aja gue udah mulai lupa sama dia. dia merupakan cewek sangar dimata gue. she's very good at music. in fact, dia adalah partner gue at piano duet waktu gue masih aktif main dan having concert di gereja-gereja sewaktu SD - awal SMP.
kalo ada yang nyadar, sabtu kemaren gue pake kaos item ke sekolah, dimana seharusnya gue pake kaos olahraga sekolah. yep, sabtu pagi banget sekitar jam 6 ada yang sms gue dengan nomer yang gue ga kenal. isinya simple 'melody meninggal dunia' titik. gue pun bingung, who is this and who is melody. ternyata sms itu dari guru gue les dulu, dan dia ngingetin gue bahwa melody itu who's i've been told to you above. amazingly, guru gue itu masih inget gue dan bisa tau no HP gue yang ganti waktu awal-awal SMA.
gue bener-bener lupa, dan baru ingat hari itu juga. gue langsung ingat kalo piano di rumahnya dulu itu tutupnya rusak, gue inget dulu dia pernah kepleset karena nginjek gaunnya sendiri di backstage gereja kristus tuhan deket EF, gue inget rumahnya deket TK gue. dan semua ini bikin gue berpikir sesuatu 'so easy to forget someone, dan baru mengingatnya lagi saat someone itu udah nggak ada.
look at she, dia seumuran gue! selama ini gue selalu menganggap kematian adalah sesuatu yang jauh dari diri gue. gue selalu menganggap 'look, gue masih 16 tahun! gue gak bakal kenapa-kenapa! jarang ada orang mati di umur 16 tahun! gue bakal mati karena tua..'
tapi kematian temen gue ini seperti wake up call buat gue. you could die tomorrow ox. oh no, but yes. nggak ada yang tau sampai berapa panjang umur kita. and trust me, lo gak mau mengetahui berapa panjang umur lo sendiri.
back at her funeral.. gue datang ke rumahnya. di sana gue melihat dia di dalam peti terbuka. dia cantik banget, pengembangan dari wajah imutnya waktu kecil yang aku kenal. dia pake dress putih, bukan kain kavan yang membuat hawa horor. mukanya cerah, nggak pucat. benar-benar bagaikan cuma tidur. so this is it, the death. tell me my friend, is it peaceful?
dan duduk diantara orang-orang yang datang untuk melihat dia terakhir kalinya, membuat gue berpikir: gimana ya funeral gue nanti? yes, sering kali gue berkhayal gimana keadaan waktu gue mati nanti. siapa aja yang datang ke funeral gue, are they sad, apa yang bakal mereka bilang tentang gue, apa aja kenangan mereka inget tentang gue. apa ada yang mau susah-susah datang jauh, markir kendaraan susah payah, cuma buat liat gue untuk terakhir kalinya. apa iya ada?
badan ini dipinjamin sama tuhan. setiap satu detik yang kita jalanin adalah satu detik closer to the death. kita harus lebih nikmatin hidup ini. bikin hidup lo happy in your own way. jangan biarkan kematian menakuti diri lo. tapi buat gue personally, yang gue ingin lakukan sebelum gue mati adalah leave behind some reason to be missed.
suatu saat mungkin gue akan mati. did i say mungkin? yes, gue masih selalu berharap yang namanya imortal itu real, walaupun sangat impossible.
oke back, suatu saat mungkin gue akan mati, tapi gue ingin bikin sesuatu yang enggak bakal mati. hidup terus, dengan apapun itu.
temen gue itu, insyaallah nggak akan gue lupain.
dan gue juga nggak ingin dilupain nantinya. gue gak mau cuma jadi nama di batu nisan yang nantinya lumutan, bau, dan ditakuti orang lewat. dan sewaktu hidup, gue gak mau cuma jadi orang yang menuh-menuhin bumi ini.
gue mau jadi special,
or i want to die special
banyak orang yang udah ngenalin kematian ke gue. dari dulu, setiap gue teringat sama yang namanya death, gue selalu mikirin dan mau jadi lebih baik. tapi inilah sifat asli gue: muna. dan mungkin, seminggu lagi gue udah lupa sama semua ini dan jadi diri gue yang rebel lagi. very big sorry, gue mencoba merubah, but back to 'enjoy the life'. what i did now, i very enjoy it.
thanks for everyone yang udah ngajarin ke gue: my mom and dad, linda and retno, fajar and his ex, arda, adityo, stella stephanie, rian, dan semuanya yang nggak bisa aku sebutin satu-satu.
and finally to melody.
this is tribute for you.
you're special :)
No comments:
Post a Comment