i was in late night show. the man on the stage, the performer, stand up with an acoustic guitar and speak up in front of the microphone, he speak english at most of time.
"howdy all, let's get the night start. tonight, we're gonna have some umm.. mellow night. if you came here look for some geeks with screamin' and stuff, sorry man i don't have any, and i don't have any happy song. but umm.. tonight's special for they who've been torn out."
was i ? am i torned ? uhh maybe .
"so for the first song, it's a simple thought of missing that's far far away."
he sat, then start singing with banging his guitar's string. very beautiful song.
"next, this song called carnival. against all odds, meeting that special stranger for the second time and not taking the time for granted."
hm, i've met a stranger, a stranger who is my friend, but a stranger. and i lost him, and meeting that special creature again for the second time. but really, for god sake, i wasn't taking the time for granted. it was too short, then you're gone again. god.
"getting cold uh up here ha? haha. well next one is my favorite. don't look back. this song is.. may i say many people had it. it's about someone that being left by that special someone and pretending to be strong."
i was left by 'special someone'. but i never pretending to be strong. i tried to be strong, but when it wasn't accomplished, i never pretending to be strong. i cried, i let people know when i'm in my down moment. and hoping for my bestfriend caught me, and comfort me. well, i survived.
"you know what, that song was umm.. a bit naif maybe as i would say, haha. who could be strong in such situation? it hurt so much, really, right? and pretending to be strong just make it worse, make you forget the existence."
"anyway, there always come regrets. this one tells a story about regret that doesn't work."
i was regretting something really big, but yeah, doesn't work anyway. what i kept thinking is that i gotta to face it. relax. everything was set by universe. and then the universe will keep running around. wether it's getting better or worse, i have to be ready :) (and i don't say universe have all the best for us)
"next song, it's about umm.. can't go to sleep, that special someone annoys you in your thoughts, and it makes you exhausted. this song called midnight"
blah. midnight, when everything's sprinkling around. hha, good time, good time. but fuck, i remind of someone. you know.
"next one. i admire romeo and juliet, and this one is kind of gratitude for the masterpiece."
romeo and juliet , till death do us appart. okay. i don't give a shit for that one. why, i don't see any in real living world, even my parents don't prove it.
"well that romeo and juliet thingy is the last. actually, it's about umm.. those who are obsessed with being with each other till the end of time."
bam!
Untuk Sesuatu yang Bernama Kenangan
waktu itu aku merasa sedikit berarti bagimu karena kau telah mempercayakan sebagaian kecil lapisan dalam dirimu padaku. Kemudian kebahagiaan kecil itu kau rampas lagi dengan menganggapnya sebagai sekedar basa-basi ucapan 'selamat pagi'. Pedih, pedih sekali rasanya. Rasanya seperti menjadi sebentuk kecil tanaman yang baru bertunas tapi dicabut oleh tangan kasar.
malam ini aku begitu kangen padamu. aku betul-betul kangen sehingga bernapas saja rasanya dadaku sakit. Anehnya keangkuhan masih saja menghalangiku melompati pagar menjenguk rumahmu di seberang jalan itu. Entah dari mana datangnya keangkuhan ini. mungkin dari sosokmu yang jarang-jarang muncul itu. mungkin dari kerinduan pada kalimat-kalimat sederhanamu yang acap membuatku terlambung. mungkin dari keberjakaan kita yang sudah tak mengijinkanku untuk memanggilmu 'sayang'.
jarak yang tak seberapa itu jadi jurang yang dalam dan terjal buatku untuk menyapamu. menanyakan sekedar apa kabar jadi terlalu berlebihan rasanya. padahal aku melihatmu hari ini tanpa kau melihatku. tadi kau berjalan terburu seperti mencoba beradu langkah dengan bayangan tubuhmu. saat itu juga aku mengulang beberapa menit kebersamaan paling indah waktu kita berdua mengejar pelangi di tengah gerimis.
"maukah kau tinggal sebentar? nyaman rasanya jika kau duduk di sini." dua kalimat yang sederhana itu membuatku tak ingat apa-apa lagi selain matamu yang resah. aku pernah bertanya kenapa kau selalu resah, kau bilang badanmu terlalu berat bagi jiwamu yang gampang melompat-lompat. lalu di mana jiwamu yang waktu itu disampingmu? katamu, jiwamu telah berteman dengan jiwaku dan mereka sedang berbincang-bincang jika kita duduk bersisian. aku tak begitu tahu apa artinya. setahuku kita cuma duduk tanpa berbuat apa-apa. Kita cuma menunggu waktu yang berlari tergesa-tergesa di belakang kita. tahu-tahu kau sudah harus pergi dan awan-awan itu menyembunyikanmu dalam kilapnya. tampaknya kau berat meninggalkanku karena - seperti katamu - kau nyaman bersamaku. sayang aku tak sempat bilang, sepotong waktu yang sempit itu kini menjadi semacam mantera yang selalu kuulang-ulang sebelum tidur.
lain waktu lagi kau cerita tentang perjalanan panjang. mengenjungi negeri-negeri dalam dongeng, melintasi laut dan gunung dalam hitungan detik, menyelinap di antara hujan, angin dan kilat. aku cuma mendengar, menikmati matamu yang menggenggam seluruhku. "mestinya kau ikut aku, aku tak sanggup memindahkan keindahan itu dalam kata-kata. kau harus melihatnya sendiri. aku takut sebetulnya keindahan itu tak seberapa, namun jadi luar biasa karena saat melihatnya aku ingat kau." begitulah kau membuatku ringan seperti awan yang melayang dalam ceritamu lewat keajaiban huruf-huruf.
kemana kau kini? kemana lagi kata-kata itu? mengapa langit begitu rapi menyimpanmu? aku cuma punya ingatan yang dengan setia aku ulang-ulang dalam setiap kesempatan menyebut namamu. setiap pengulangan atas ingatan denganmu mengiris batinku sepotong demi sepotong dan aku melakukannya sendiri setiap saat. sebentuk ruang hampa di hati ini telah melelehkan darah yang mengalir pada setiap denyutan jantungku.
sekali waktu kau muncul tiba-tiba. "aku kangen."
buat apa? apakah kangenmu bisa bikin luka di hatiku yang tercoak mengering? barangkali kau cuma ingin membebaskan jiwamu yang gemar berlaku liar itu. jiwamu tak sanggup hanya berteman dengan satu jiwa, jiwamu adalah milik seluruh jiwa lain yang kau kenal.
tampaknya aku memang tak pernah bisa benar-benar kenal kau. kau adalah jiwa bebas yang tak bisa dikekang. kau adalah keresahanmu yang kau nikmati sebagai dirimu sendiri. aku cuma sepotong jiwa yang kebetulan membuatmu tersandung dalam pengembaraanmu mencari kebebasan. aku terlalu bodoh jika menyangka aku dapat mencintaimu. mencintaimu berarti bunuh diri. mencintaimu adalah perbuatan bodoh yang sia-sia seperti memberangus macan dengan sehelai benang.
dan kangenmu itu cuma bisa kujawab dengan, "aku juga," sebelum kau terbang lagi meninggalkan ruang hampa milikmu di sini.
19 April 1999 ; Rima Olivia dalam buku 'Sirkus Emosi'
malam ini aku begitu kangen padamu. aku betul-betul kangen sehingga bernapas saja rasanya dadaku sakit. Anehnya keangkuhan masih saja menghalangiku melompati pagar menjenguk rumahmu di seberang jalan itu. Entah dari mana datangnya keangkuhan ini. mungkin dari sosokmu yang jarang-jarang muncul itu. mungkin dari kerinduan pada kalimat-kalimat sederhanamu yang acap membuatku terlambung. mungkin dari keberjakaan kita yang sudah tak mengijinkanku untuk memanggilmu 'sayang'.
jarak yang tak seberapa itu jadi jurang yang dalam dan terjal buatku untuk menyapamu. menanyakan sekedar apa kabar jadi terlalu berlebihan rasanya. padahal aku melihatmu hari ini tanpa kau melihatku. tadi kau berjalan terburu seperti mencoba beradu langkah dengan bayangan tubuhmu. saat itu juga aku mengulang beberapa menit kebersamaan paling indah waktu kita berdua mengejar pelangi di tengah gerimis.
"maukah kau tinggal sebentar? nyaman rasanya jika kau duduk di sini." dua kalimat yang sederhana itu membuatku tak ingat apa-apa lagi selain matamu yang resah. aku pernah bertanya kenapa kau selalu resah, kau bilang badanmu terlalu berat bagi jiwamu yang gampang melompat-lompat. lalu di mana jiwamu yang waktu itu disampingmu? katamu, jiwamu telah berteman dengan jiwaku dan mereka sedang berbincang-bincang jika kita duduk bersisian. aku tak begitu tahu apa artinya. setahuku kita cuma duduk tanpa berbuat apa-apa. Kita cuma menunggu waktu yang berlari tergesa-tergesa di belakang kita. tahu-tahu kau sudah harus pergi dan awan-awan itu menyembunyikanmu dalam kilapnya. tampaknya kau berat meninggalkanku karena - seperti katamu - kau nyaman bersamaku. sayang aku tak sempat bilang, sepotong waktu yang sempit itu kini menjadi semacam mantera yang selalu kuulang-ulang sebelum tidur.
lain waktu lagi kau cerita tentang perjalanan panjang. mengenjungi negeri-negeri dalam dongeng, melintasi laut dan gunung dalam hitungan detik, menyelinap di antara hujan, angin dan kilat. aku cuma mendengar, menikmati matamu yang menggenggam seluruhku. "mestinya kau ikut aku, aku tak sanggup memindahkan keindahan itu dalam kata-kata. kau harus melihatnya sendiri. aku takut sebetulnya keindahan itu tak seberapa, namun jadi luar biasa karena saat melihatnya aku ingat kau." begitulah kau membuatku ringan seperti awan yang melayang dalam ceritamu lewat keajaiban huruf-huruf.
kemana kau kini? kemana lagi kata-kata itu? mengapa langit begitu rapi menyimpanmu? aku cuma punya ingatan yang dengan setia aku ulang-ulang dalam setiap kesempatan menyebut namamu. setiap pengulangan atas ingatan denganmu mengiris batinku sepotong demi sepotong dan aku melakukannya sendiri setiap saat. sebentuk ruang hampa di hati ini telah melelehkan darah yang mengalir pada setiap denyutan jantungku.
sekali waktu kau muncul tiba-tiba. "aku kangen."
buat apa? apakah kangenmu bisa bikin luka di hatiku yang tercoak mengering? barangkali kau cuma ingin membebaskan jiwamu yang gemar berlaku liar itu. jiwamu tak sanggup hanya berteman dengan satu jiwa, jiwamu adalah milik seluruh jiwa lain yang kau kenal.
tampaknya aku memang tak pernah bisa benar-benar kenal kau. kau adalah jiwa bebas yang tak bisa dikekang. kau adalah keresahanmu yang kau nikmati sebagai dirimu sendiri. aku cuma sepotong jiwa yang kebetulan membuatmu tersandung dalam pengembaraanmu mencari kebebasan. aku terlalu bodoh jika menyangka aku dapat mencintaimu. mencintaimu berarti bunuh diri. mencintaimu adalah perbuatan bodoh yang sia-sia seperti memberangus macan dengan sehelai benang.
dan kangenmu itu cuma bisa kujawab dengan, "aku juga," sebelum kau terbang lagi meninggalkan ruang hampa milikmu di sini.
19 April 1999 ; Rima Olivia dalam buku 'Sirkus Emosi'
almost like me err - -"
I tried to survive for three months, or long, you may say. I guess it's time to stop living in the past. Time goes, never stops, it runs, and life goes on. So i am announcing... welcome new chapter of my life :I HAVE MOVED ON, BY THE WAY. :) which is a really good thing, no?
Am i in love?
I don't know if i am in love though... have you ever liked someone so bad, but you just have not met them yet?
That's how i feel right now. You haven't seen them in real life, but you feel that.. the connection is right.
Is it wrong anyway?
If it is, then what am i supposed to do next?
I am sure of him. I trust him. I enjoy talking to him, mocking him (in a friendly way, of course, hehe), joking with him.. i simply enjoy wasting my time with him.
He's been there to accompany me day and night,
He's been there to accompany me when i feel effing lonely,
He's been there to give me a company when i watch world cup late at night,
He's been there to make me smile again, even in darkest hours,
He's been there to make me feel that... i deserve to be loved again. :)
And we support the same teams: Argentina and Spain. ha, out of topic but whatever really. We basically share the same interests.Blah, i think i have a crush on you.
You asked me why would i like you, and let me ask you back one thing, why not? :)
Don't ask me why because the answer will keep on going, too many reasons why.
Even if i had the chance to choose to like you or not, i'd still choose to like you anyway.
I hope you're not gonna get mad cos i'm posting this thing but... i'm just trying to say what i've been feeling.
And i hope... you feel the same way too. :/
jmeitily. :/
Am i in love?
I don't know if i am in love though... have you ever liked someone so bad, but you just have not met them yet?
That's how i feel right now. You haven't seen them in real life, but you feel that.. the connection is right.
Is it wrong anyway?
If it is, then what am i supposed to do next?
I am sure of him. I trust him. I enjoy talking to him, mocking him (in a friendly way, of course, hehe), joking with him.. i simply enjoy wasting my time with him.
He's been there to accompany me day and night,
He's been there to accompany me when i feel effing lonely,
He's been there to give me a company when i watch world cup late at night,
He's been there to make me smile again, even in darkest hours,
He's been there to make me feel that... i deserve to be loved again. :)
And we support the same teams: Argentina and Spain. ha, out of topic but whatever really. We basically share the same interests.Blah, i think i have a crush on you.
You asked me why would i like you, and let me ask you back one thing, why not? :)
Don't ask me why because the answer will keep on going, too many reasons why.
Even if i had the chance to choose to like you or not, i'd still choose to like you anyway.
I hope you're not gonna get mad cos i'm posting this thing but... i'm just trying to say what i've been feeling.
And i hope... you feel the same way too. :/
jmeitily. :/
-repost from http://www.tiffanywxyz.blogspot.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)