being javanese

being javanese, saya tumbuh dengan bermacam-macam mitos dan kepercayaan. dari mitos jangan keramas di hari sabtu, mitos jangan bangun siang, jangan menyisakan nasi, sampai mitos menggenggam batu ketika kebelet boker maka niscaya rasa kebeletmu akan pindah ke pak RT mu. believe it or not, saya sudah membuktikan yang terakhir loh :| oke ini agak nggilani, abaikan. oya disini ada kumpulan mitos-mitos, dari yang familiar banget sampe yang aneh http://mohamadarifwicaksono.wordpress.com/2011/04/19/mitos-%E2%80%93-mitos-orang-tua-jaman-dulu/

selain mitos-mitos, ada juga yang disebut dengan primbon jawa. primbon jawa ini ada ilmunya, semacam hitung-hitungan untuk nasib istilahnya. in a very more complicated way than horoscope dan seremnya seringnya kata-katanya sih bener. saya bukannya belum pernah membuktikan, pernah sih hitung-hitung tapi tidak begitu saya terapkan. iya katanya kalo percaya beginian ini musyrik ya? tapi bagaimana lagi, terlanjur tau :|

jadi ilmu primbon jawa ini buat hitung-hitungan jodoh contohnya. hitung-hitungannya mulai dari weton, mangsa, dewa, dan macem-macem. terus kalo memang jodoh, harus dihitung lagi tanggal yang tepat untuk menikah. kalo salah, bisa-bisa celaka mulai dari akan ada saudara yang meninggal, rumah tangga nggak stabil, tidak dikaruniai keturunan, dan lain-lain. katanya sih begitu yaaaaa, entah percaya atau enggak.

eh kenapa cerita begini? jadi kemaren hari sabtu aku dan teman-teman sedang super suwung. iseng-iseng kami buka primbon. terus buka macem-macem perhitungan, dan hasilnya.. ah lebih baik nggak diceritakan huahaha. pokoknya, ternyata kayaknya kita nggak jodoh, mas.. #duhmas #opoiki 

sebagai gadis jawa yang manis dan kalem juga, saya juga pro dalam masalah misuh-memisuh. ngahahaha, iya memang nggak ada yang dibanggakan. tapi aku akui, daya tahan misuh saya masih lemah dan mulut saya sangat perlu disekolahin. anyway, beberapa hari yang lalu, bayu misuh dalam bahasa jawa dengan sangat halus "ba, ja di wulu, nga, na di pangku"

itu sebenernya pisuhan yang sangat kasar kalo kamu ngerti yaudah nggak usah disebarin. jadi itu tadi pisuhan satu kata, tapi dijabarkan dengan aksara jawa. jadi kedengeran halus ya?


terus pagi ini pas kuliah, aku cerita pisuhan baru dari bayu itu ke amal yang duduk di sebelahku sambil menuliskan bentuk aksara jawa nya. kemudian disebelahku yang satunya, maghfir tertarik dan minta dituliskan namanya dalam aksara jawa di bukunya. aku tuliskan, dan ditambah dengan pesan yang tidak aku kasih tau bacanya. entah dia udah bisa decode belom sekarang ngahaha. 

kemudian dia minta dituliskan semua huruf dalam aksara jawa. nah dalam aksara jawa ini, ada yang namanya pasangan. pasangan digunakan kalo huruf sebelumnya mati. memang kebanyakan, dari sewaktu dulu sekolah, pasangan ini tidak begitu dihafalkan daripada huruf aslinya. jadi aku dan amal tidak begitu hafal dengan huruf pasangan ini. tapi maghfir tetap minta untuk dituliskan beserta huruf pasangannya. "alah xa, huruf pasangan aja lupa gimana mau dapet pasangan hidup" kata amal. 

"oke, challenge, kalo aku ternyata hafal semua huruf pasangan berarti gak lama lagi aku nggak jomblo lagi." aku mulai menulis, dan hanya ingat cuma sekitar separuh dari 16 huruf. itupun masih ada yang salah dan kebalik-balik. oke ox, mangat yaw. 


No comments:

Post a Comment